Muscab Diwarnai Ketegangan, Ali Yudiem Pimpin PKB Pesbar

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), menetapkan Ali Yudiem, S.H., sebagai ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC), PKB Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar) dalam Musyawarah Cabang (Muscab) yang dilaksanakan secara langsung di Sartika Guest House, Kecamatan Pesisir Tengah pada Sabtu (6/3).

Dalam Muscab PKB yang dilaksanakan secara serentak di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Lampung dan disiarkan secara langsung melalui video conference menggunakan aplikasi zoom, dihadiri langsung Ketua DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar, turut hadiri Wakil Ketua DPW PKB Lampung Hi. Okta Rijaya, mantan ketua DPC PKB Pesbar Erlina, S.P., M.H., dan jajaran kader PKB se-Pesisir Barat.

Bacaan Lainnya

Dalam penetapan pengurus DPC PKB Kabupaten Pesbar, Wakil Ketua DPW PKB Lampung Okta Rijaya mengumumkan nama-nama yang mengisi jabatan kepengurusan Dewan Syuro dan DPC PKB Pesbar dengan begitu DPC PKB resmi dipimpin Ali Yudiem S.H., dengan ketua dewan syuro Nurhadi, sedangkan jabatan sekretaris dan bendahara DPC PKB mendapatkan penolakan dari seluruh dewan pengurus anak cabang (DPAC) dan kader PKB Kabupaten Pesbar.

Usai melaksanakan Muscab, Okta Rijaya, mengatakan bahwa dalam pelaksanaan Muscab DPC PKB, kepengurusan ditetapkan berdasarkan keputusan dari DPP PKB, namun terdapat sejumlah penolakan dari kader PKB terkait penetapan Sekretaris dan Bendahara DPC PKB Pesbar.

“Kejadian seperti ini memang merupakan hal biasa, namun secara keseluruhan berjalan dengan lancar dan kondusif, semua kader masih mengajukan protes sesuai dengan aturan yang ada,” ungkapnya.

Menurutnya, penolakan jabatan sekretaris dan bendahara dan usulan yang disampaikan kader PKB Pesbar akan pihaknya teruskan ke DPW PKB Lampung dan DPP PKB sehingga bisa menjadi perimbangan.

“Apa yang menjadi kesepakatan DPC PKB Pesbar terkait penetapan jabatan strategis di dalam tubuh DPC PKB Pesbar akan kami tindak lanjuti dan kita sampaikan ke DPP PKB sehingga bisa dipertimbangkan,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua DPC PKB Pesbar Ali Yudiem, S.H., mengatakan secara keseluruhan pelaksanaan Muscab PKB Pesbar berjalan dengan lancar, namun terdapat sejumlah protes dari jajaran kader mulai dari DPAC terkait penetapan jabatan Sekretaris dan Bendahara.

“Dalam penetapan tersebut, para kader menolak jabatan sekretaris DPC yang dijabat Parda Riwondo, hal itu karena yang bersangkutan bukan merupakan kader PKB melainkan hanya kader PMII, sedangkan untuk jabatan bendahara yang dijabat Riza Fahlevi., penolakan karena yang bersangkutan sudah memiliki jabatan lain di sayap PKB,” ungkapnya.

Lanjutnya, penolakan jelas dilakukan kader PKB karena Parda Riwondo bukan merupakan kader PKB, bahkan pada Pemilu tahun 2019 lalu, yang bersangkutan maju menjadi calon legislatif dari Partai Politik lainnya.

“Sedangkan untuk jabatan bendahara, Riza Fahlevi yang juga hadir dalam Muscab hari ini menerima keputusan para Kader untuk diganti dengan kader yang lainnya,” jelasnya.

Menurutnya, hasil musyawarah yang dilakukan, pihaknya memutuskan untuk mengajukan pergantian jabatan sekretaris yakni Hidayaturahman dan jabatan bendahara Awaludin.

“Jika usulan yang disampaikan DPAC tidak dipenuhi oleh DPP, maka seluruh jajaran DPAC yang berada di 11 kecamatan dan kader PKB Kabupaten Pesbar sepakat untuk mengundurkan diri,” pungkasnya. (ygi/mlo)




Pos terkait