Musim Kemarau, Sudah Delapan Hektare Hutan di Pesbar Terbakar

  • Whatsapp
Foto Dok - Kepala UPT KPH Wilayah I Pesisir Barat, Zulpikardo, S.P., bersama mitra KPH dan pihak terkait saat melakukan pemadaman kebakaran hutan diwilayah Kecamatan Ngaras, Selasa (20/8).

Medialampung.co.id – Selama musim kemarau hingga kini, sudah sekitar delapan hektare (ha) lebih kawasan hutan di Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar) terbakar. Baik Hutan Lindung (HL) dan Hutan Produksi Terbatas (HPT). Seperti yang terjadi pada Selasa (20/8) sekitar empat hektare hutan lindung di Talang Tatasan Pekon Kota Batu Kecamatan Ngaras, habis terbakar.

Kepala UPT KPH Wilayah I Pesisir Barat, Zulpikardo, S.P., mendampingi Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Lampung, Ir.Syaiful Bachri, mengatakan selama musim kemarau sudah sekitar tiga titik kawasan hutan di wilayah Pesbar yang habis terbakar.

Bacaan Lainnya



Ketiga titik itu antara lain di HPT wilayah Pekon Marang sekitar dua hektare, wilayah HPT di Ujung Rembung Kecamatan Bangkunat sekitar dua hektare, dan terakhir di wilayah hutan lindung Kecamatan Ngaras sekitar empat hektare.

“Secara keseluruhan kawasan hutan yang terbakar itu sekitar delapan hektare, kondisi itu tentu cukup memprihatinkan,” katanya, Rabu (21/8).

Dikatakannya, terkait dengan kebakaran hutan yang terjadi di Talang Tatasan wilayah Pekon Kota Batu Kecamatan Ngaras pada Selasa (20/8) itu diketahui setelah ada laporan dari mitra KPH sekitar pukul 10.00 Wib, telah terjadi kebakaran di kawasan hutan lindung.

“Setelah mendapat informasi itu, kami langsung berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait seperti TNBBS, Koramil dan masyarakat,” jelasnya.

Saat itu juga pihaknya bersama petugas terkait langsung menuju lokasi kebakaran hutan dengan jarak sekitar tiga jam perjalanan menggunakan kendaran bermotor. Setibanya dilokasi petugas gabungan yang berjumlah 12 orang dan dibantu masyarakat langsung berupaya memadamkan api dengan alat seadanya.

“Selain menggunakan peralatan manual, pemadaman juga dilakukan dengan membuat jalur evakuasi agar kobaran api tidak menjalar dan untungnya hingga sore hari api berhasil kita padamkan,” jelasnya.

Diakuinya, jika tidak segera dipadamkan, kobaran api itu akan merambat ke wilayah kawasan hutan TNBBS, sebab jaraknya cukup dekat, karena hutan lindung itu berbatasan dengan hutan TNBBS.

“Kita menduga kebakaran hutan itu karena unsur kesengajaan yang dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab dengan tujuan untuk membuka lahan perkebunan,” katanya.(yan/d1n/mlo)



Pos terkait