Musrebang Pekon Berakhir di Muarajaya I-Tigumulya

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Pekon Muarajaya I dan Tugumulya, Kecamatan Kebuntebu, Kabupaten Lampung Barat menjadi penutup rangkaian kegiatan musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) pekon yang dilaksanakan secara bergiliran sejak pekan kemarin.

Berdasarkan pantauan di lapangan, musrebang di Pekon Muarajaya I membahas usulan pembangunan yang akan diajukan lewat Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) kabupaten, seperti pembangunan jalan penghubung dengan Pekon Purawiwitan, kemudian jalur pendidikan menuju SMPN 3 Kebuntebu dan terakhir jalan produksi pertanian di Pemangku Campang.

Bacaan Lainnya



“Ketiga usulan ini, akan menjadi prioritas yang diajukan saat musrenbang kecamatan sebagai usulan pembangunan 2021 mendatang,” terang Peratin Muarajaya I Subarkat.

Sementara Sekcam Kebuntebu, Agus Hadi Purnama, S.Ip., mendampingi Camat Indrayani, M.Pd., mengapresiasi kualitas musrenbang pekon dimana dinamika yang masyarakat ikut dalam kegiatan sangat baik.

“Musrenbang di Pekon Muarajaya I dan Pekon Tigumulya ini menjadi penutup rangkaian musrenbang yang dilaksanakan cukup bagus disemua pekon,” ujarnya.

Terkait itu Agus Hadi Purnama mengajak masing-masing pekon dapat mensinkronkan program pekon dengan kabupaten sebagaimana harapan yang sebelumnya diutarakan Camat Indrayani dengan pitu (tujuh) program unggulan bupati dan wakil bupati Lambar.

Sementara dikatakan Kepala Puskemas Kebuntebu Hendri Saputra, S.Km., dalam pemanfaatan Anggaran Dana Desa (ADD) 2020 disemua pekon untuk kembali mengalokasikan dana untuk kegiatan pencegahan seperti stunting, skrining debates, hingga operasional poskesdes dan posyandu.

Dan harapan Hendri mendapat sambutan positif dari Subarkat dengan akan kembali memanfaatkan ADD di bidang kesehatan sebagaimana yang telah dilaksanakan tahun ini.

Terpisah disampaikan Peratin Tugumulya Susilo Haryanto, salah satu wacana pekon itu dalam pemanfaatan ADD 2020 mendatang pembangunan gedung Seni dan Budaya, rencana brilian itu sebagai langkah awal pekon itu memanfaatkan warisan leluhur di bidang seni budaya untuk menjadi salah satu wisata budaya andalan pekon itu.

“Wacana konsep gedung seni budaya ini akan juga dimanfaatkan sebagai sarana olahrga seperti futsal, bulutangkis, bola volly dan sejenisnya, dan dapat digunalkan warga masyarakat dan pemerintahan baik dalam kegiatan formal maupun non formal yang akan menambah income pekon,” tandasnya. (ius/hrs/mlo)



Pos terkait