Musrenbang Lambar via Virtual Meeting, Nunik Dorong Pemkab Jaga Pertumbuhan Ekonomi

  • Whatsapp
Wagub Nunik saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Kabupaten Lampung Barat tahun 2021 melalui virtual meeting di Ruang Command Center Dinas Kominfo dan Statistik Provinsi Lampung.

Medialampung.co.id – Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim, M.Si., M.Kn., Ph.D., (Nunik) mendorong jajaran Pemerintah Kabupaten Lampung Barat (Lambar) tetap menjaga pertumbuhan ekonomi daerah meski dalam situasi wabah pandemi Covid-19.

Hal tersebut disampaikan Wagub Nunik saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Kabupaten Lampung Barat tahun 2021 melalui virtual meeting di Ruang Command Center Dinas Kominfo dan Statistik Provinsi Lampung, Senin (13/4).

Bacaan Lainnya



“Meski dalam situasi yang kita hadapi saat ini, kita tetap harus bekerja keras menjaga pertumbuhan ekonomi termasuk di Lampung Barat,” ujar Nunik.

Ia meminta jajaran Pemkab Lambar melakukan antisipasi terhadap pemulihan ekonomi masyarakat. Termasuk dalam pengendalian angka pengangguran dan angka kemiskinan. 

“Apalagi Lampung Barat merupakan salah satu penopang Provinsi Lampung dalam hal kebutuhan pangan atau bahan makanan.Kita berharap virus corona ini cepat berlalu,” katanya.

Nunik meminta Lampung Barat sebagai penyangga pangan terus melakukan antisipasi terhadap ketersediaan komoditas, seperti sayur mayur termasuk terhadap stabilitas harga dan pendistribusiannya. “Ini harus menjadi perhatian bagi dinas yang menanganinya,” ujarnya.

Nunik menyebutkan sejumlah langkah preventif dalam penanganan Covid-19. Diantaranya melakukan publikasi informasi melalui satu pintu (tim gugus tugas), melakukan himbauan perilaku hidup bersih dan sehat, pemeriksaan ke fasilitas kesehatan terdekat bila timbul gejala serta memanfaatkan media teknologi informatika dalam proses pembelajaran bagi para siswa.

Kemudian, tindakan antisipasi pencegahan penyebaran virus corona, koordinasi secara intensif dari tingkat desa/kelurahan hingga tingkat pusat dan melakukan pelaporan secara berjenjang.

“Jajaran Kabupaten/Kota juga harus tetap melaksanakan tugas pelayanan publik dan kinerja dimasing-masing OPD dengan menyediakan protokol kesehatan dan Kabupaten/Kota diperbolehkan melakukan refocusing kegiatan dan realokasi anggaran (APBD dan Dana Desa) untuk penanganan Covid-19 di masing-masing wilayah,” kata Nunik.

Pada bagian lain, Nunik meminta agar posko yang disiapkan oleh Kabupaten Lampung Barat terkoneksi dengan sebaran data yang dimiliki oleh Dinas Kesehatan.

“Forkopimda juga ikut bergerak memastikan ODP menjalankan karantina mandirinya. ODP bisa berjalan baik dengan meningkatkan kedisiplinan, ini dilakukan untuk menghentikan penyebaran Covid-19,” ujarnya.

Nunik juga mengingatkan agar Alat Perlindungan Diri (APD) untuk tenaga medis baik di Rumah Sakit, Puskesmas dan Posko tersedia dengan baik. Dan yang tak kalah penting, lanjut Nunik, harus dilakukan sosialisasi sejak dini perihal jika terjadi penolakan masyarakat terhadap pasien Covid-19 yang meninggal dunia.



Pos terkait