Musrenbang Lamteng, Bupati Sampaikan Keluhan ke Wagub Nunik

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Pemkab Lampung Tengah menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah (Musrenbangda) dalam Rangka Penyusunan RKPD 2022 di Gedung Sesat Agung Nuwo Balak, Rabu (24/3). 

Tema yang diusung yakni ‘Percepatan Pemulihan Ekonomi dan Kesehatan Masyarakat serta Peningkatan Kualitas Infrastruktur dan SDM’, dihadiri Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim; Kepala Bappeda Lampung Mulyadi Irsan; Bupati Lamteng Musa Ahmad dan Wakil Bupati Ardito Wijaya; Sekkab Lamteng Nirlan; serta para asisten, staf ahli, kepala OPD, sejumlah perwakilan Forkopimda, dan camat.

Bacaan Lainnya

Bupati Lamteng Musa Ahmad mengharapkan perhatian penuh Pemprov Lampung. “Mohon perhatian Pemprov Lampung. Insya Allah dengan semangat dan kekompakan, Lampung Berjaya dapat terwujud,” katanya.

Membangun Lamteng, kata Musa, penuh tantangan. “Banyak tantangan membangun Lamteng. Di antaranya pembangunan infrastruktur, ekonomi, kesehatan, pelayanan publik, dan pendidikan belum optimal. Belum lagi masalah kemiskinan, pengangguran, dan tingkat kriminal yang masih jadi persoalan harus diselesaikan,” ujarnya.

Pembangunan infrastruktur jalan provinsi, kata Musa, menjadi harapan masyarakat Lamteng. “Hampir 15 tahun infrastruktur jalan provinsi jadi persoalan. Ini mungkin harapan terakhir. Jika tak selesai 2022, mungkin tak ada harapan lagi. Sebagai kepala daerah, saya berharap sekali 2022 infrastruktur di Lamteng bisa selesai,” ungkapnya.

Menanggapi hal ini, Wagub Lampung Chusnunia Chalim menyatakan apa yang dihadapi Lamteng sekarang ini hampir sama ketika saya dan Pak Arinal dilantik. “Situasi yang dihadapi Lamteng sama berat setelah kami dilantik. Yakni defisit anggaran dan DBH belum dibayar. Namun semua itu bisa diselesaikan dengan kekompakan,” katanya.

Masalah infrastruktur jalan, Nunik –sapaan akrab Chusnunia Chalim– menyatakan sudah jadi pemikiran. “Meski tidak disampaikan, Insya Allah jalan provinsi sudah jadi pemikiran. Namun, kita semua masih sedang bekerja keras di situasi pandemi Covid-19. Sama juga dapat surat dari Menkeu yang isinya refocusing. Jalan provinsi di Lamteng ini memang jadi perhatian betul. Meski tanpa keluhan Pemkab Lamteng, pemprov sudah memikirkannya,” ungkapnya.

Nunik menyatakan produktivitas pertanian di Lamteng luar biasa. “Bidang pertanian dan peternakan, Lampung sebagai penyangga ketahanan pangan. Makanya, kita harus terus bersinergi. Apalagi produktivitas pertanian Lamteng luar biasa,” katanya.

Nunik juga memaparkan program Lampung Berjaya. “Program Kartu Petani Berjaya harus bener-benar dimaksimalkan. Kemudian program Smart Village yang kini diadopsi jadi program nasional. Harus dimaksimalkan. Kita angkat desa jadi lebih produktif untuk kesejahteraan masyarakat. Kita dampingi desa untuk me-manage SDM dan SDA yang ada untuk kesejahteraan masyarakat,” paparnya.

Kemudian, kata Nunik, program Smart School. “Dunia pendidikan menyesuaikan dengan situasi Covid-19. Kita dorong tenaga pengajar paham teknologi. Nanti ada anggaran dari Kemendikbud. Peralatannya nanti dibantu. Juga perlu mewujudkan Provinsi Lampung layak anak,” katanya.

Terakhir, kata Nunik, sektor pariwisata juga perlu digarap meski Lamteng tidak ada laut karena posisinya di tengah-tengah. “Pariwisata perlu digarap. Jadikan kunci untuk kesejahteraan masyarakat. Harus dimaksimalkan dan dioptimalkan. Terutama pariwisata budaya bisa digerakkan. Selain menggarap perekonomian dan adat. Ini menarik dan penting. Agrowisata Lamteng masih minim perlu ditingkatan,” ujarnya.

Nunik juga mengatakan ekonomi kreatif perlu dimaksimalkan. “Ekonomi kreatif perlu dimaksimalkan. Maksimalkan lapangan kerja dengan menaikkan keterampilan dan keahlian. Insya Allah di bawah pimpinan Bapak Bupati Musa Ahmad dan Wakil Bupati Ardito Wijaya, Lamteng bisa berjaya,” tegasnya. (sya/mlo)


Pos terkait