Naila, Bayi Penderita Hydrocephalus Ini Butuh Uluran Tangan Dermawan

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Seorang bayi perempuan berusia 14 bulan asal Dusun Mekarjaya, Pekon Sukamulya, Kecamatan Sukau, Kabupaten Lampung Barat membutuhkan uluran bantuan Bayi kelahiran 10 April 2020 yang bernama lengkap Naila Husna ini menderita penyakit Hydrocephalus, dimana terjadi pembesaran rongga kepala akibat kelebihan cairan otak.

Buah hati pasangan Sela Novela dan Rifki Muhara itu sangat membutuhkan bantuan dari para dermawan untuk membantu proses pengobatan dan perawatan di tengah keterbatasan ekonomi orang tuanya yang merupakan petani dan pekerja serabutan.

Bacaan Lainnya

Sela Novela, ibu dari Naila Husna mengatakan, penyakit Hydrocephalus yang diderita buah hatinya itu diketahui sejak berusia lima bulan pasca lahir. Saat itu oleh orang tuanya, sela dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Alimuddin Umar (RSUDAU)  untuk menjalani pemeriksaan medis. Hasilnya, ia diagnosa menderita Hydrocephalus.

“Dari keterangan dokter sebetulnya penyakit diderita sejak dalam kandungan. Kemudian saat usia satu hari setelah dilahirkan di RSIA Bunda, anak saya memang sempat dirawat, dan waktu itu menurut dokter sudah ada gejala infeksi berat namun kondisi tubuhnya tetap sehat sehingga  sudah diperbolehkan pulang tapi waktu itu juga dokter bilang pertumbuhannya tidak akan normal seperti orang lain,” jelasnya.

Seiring berjalan waktu, lanjutnya, saat memasuki usia lima bulan, ia kembali membawa anaknya untuk diperiksa di RSUDAU karena saat itu kondisi kedua bola matanya tidak dapat merespon.

“Waktu di periksa akhirnya diketahui penyebabnya karena sel saraf matanya sudah terinfeksi dari penyakit di bagian kepala dan penyakit itu adalah Hydrocephalus, sehingga dokter menyarankan untuk segera dilakukan tindakan operasi,” jelasnya.

Untuk proses itu, dirinya disarankan untuk segera mengurus administrasi pendaftaran kartu BPJS, namun karena khawatir proses pendaftaran melalui pemerintah prosesnya panjang, maka dirinya memilih jalur pendaftaran BPJS mandiri.

“Kami disarankan untuk buat BPJS, tapi karena  khawatir usulan melalui pemerintah takutnya lama sementara kondisi anak sudah harus segera ditangani jadi akhirnya kami mendaftar untuk kepesertaan BPJS mandiri,” kata dia.

Dan saat ini, lanjut dia, buah hatinya telah selesai menjalani operasi tahap pertama dan sedang dalam perawatan di Rumah Sakit Urip Sumoharjo Bandar Lampung.

“Alhamdulillah operasinya berjalan lancar dan kondisinya sudah mulai membaik bahkan sudah mau makan. Untuk proses lanjutan ada proses perawatan dan kemungkinan ada tindakan penanganan lainnya. Bagi kami cobaan ini memang sangat berat karena untuk sampai ke proses ini saja sudah sampai jual tanah, tapi mau gimana lagi karena tetap yang utama adalah kesehatan anak,” tutupnya.

Untuk itu, bagi para dermawan yang ingin turut berbagi untuk kesembuhan dapat menyalurkan bantuan melalui rekening BRI 0603-01-010504-53-7 atas nama RIFKI MUHARA atau bantuan dalam bentuk logistik bayi dapat menghubungi pihak keluarga +62 852-6890-3125.

Sementara itu, Peratin Sukamulya Budi, membenarkan kondisi yang dialami salah satu warganya tersebut. Namun disinggung terkait upaya pemerintah pekon untuk memfasilitasi pengobatan naila tersebut salah satunya memfasilitasi pembuatan BPJS, pihaknya mengaku belum pernah menerima usulan dari pihak keluarga.

“Belum pernah ada usulan, dan kalaupun sudah mengusul tentu sudah difasilitasi oleh pemangku setempat. Mengenai upaya lainnya sebelum mereka pergi berangkat operasi ke Bandarlampung beberapa hari lalu, sudah kita tawarkan juga untuk menggunakan mobil ambulance pekon, tapi supaya lebih cepat mereka memilih menggunakan angkutan travel,” akunya.

Kendati demikian, atas nama pemerintah pekon pihak siap memfasilitasi dan membantu kesembuhan naila terutama untuk mengalihkan kepesertaan BPJS dari mandiri menjadi Penerima Bantuan Iuran atau menjadi tanggungan pemerintah.(edi/mlo)




Pos terkait