Nelayan Pesbar Diimbau Waspadai Gelombang Tinggi

  • Whatsapp
Ilustrasi

Medialampung.co.id – Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar), melalui Dinas Perikanan setempat, mengimbau nelayan di daerah itu selalu mewaspadai dampak gelombang tinggi di perairan laut kabupaten setempat.

Pasalnya Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan himbauan terkait gelombang tinggi yang terjadi di sejumlah perairan Indonesia termasuk di perairan Barat Provinsi Lampung.

Bacaan Lainnya



Kadis Perikanan Pesbar, Armen Qodar, S.P, M.M., mengatakan tinggi gelombang di wilayah perairan barat Lampung bisa mencapai empat hingga enam meter, kondisi itu sangat berbahaya bagi nelayan.

“Bahkan gelombang di Samudera Hindia yang masuk wilayah Provinsi Lampung berdasarkan informasi dari BMKG termasuk ekstrim, karena tinggi gelombang bisa mencapai enam hingga sembilan meter,” kata dia.

Dijelaskannya, kondisi itu sangat berbahaya bagi nelayan, apalagi bagi nelayan yang biasa mencari ikan hingga Samudera Hindia, pihaknya mengimbau agar dalam beberapa hari kedepan nelayan tidak memaksakan diri untuk melaut.

“Kita harap nelayan tidak memaksakan diri untuk melaut, jika memang memungkinkan untuk melaut tidak terlalu jauh cukup berada di sekitar perairan kuala stabas ini saja, tidak memaksakan untuk jauh ketengah laut,” jelasnya.

Menurutnya, nelayan lebih paham terkait kondisi gelombang di perairan Kabupaten Pesbar, hal itu karena hampir setiap hari nelayan melaksanakan aktivitas mereka di laut, jadi tentu akan lebih mengerti apa yang harus dilakukan.

“Meski nelayan lebih paham terkait kondisi gelombang laut, kita tetap mengimbau agar nelayan lebih waspada dan tidak memaksakan diri jika memang tidak memungkinkan untuk melaut,” terangnya.

Ditambahkannya, nelayan juga harus melengkapi alat keselamatan, serta alat komunikasi, jika sewaktu-waktu terjebak di tengah laut nelayan dapat berkomunikasi dan alat keselamatan seperti pelampung telah siap.

“Nelayan harus selalu membawa pelampung atau life jacket saat melaut, karena tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi ditengah laut, tapi kita harus tetap waspada, serta alat komunikasi bisa digunakan untuk menghubungi rekan atau keluarga di darat,” tandasnya. (ygi/d1n/mlo)



Pos terkait