Niat Tagih Hutang Malah Bogem Mentah yang Didapat 

  • Whatsapp
Ilustrasi

Medialampung.co.id – Perkara utang-piutang, korban menagih sampai cekcok hingga terjadi penganiayaan. Ismail Irawan (25), warga Kampung Mataram Udik, Kecamatan Bandarmataram, Lampung Tengah, melaporkan peristiwa penganiayaan ke Polsek Seputihbanyak setelah kejadian, Selasa (24/8).

Kapolsek Seputihbanyak Iptu Tarmuji mewakili Kapolres Lamteng AKBP Oni Prasetya menyatakan pihaknya menerima laporan penganiayaan dengan No. LP/334-B/VIII/2021/POLDA LAMPUNG/RES LAMTENG/SEK SEBA, Tgl. 24 Agustus 2021. “Korban Ismail Irawan jadi korban penganiayaan saat menagih hutang,” katanya.

Bacaan Lainnya

Kronologis kejadian, kata Tarmuji, korban dan temannya mencari Neneng untuk menagih hutang angsuran. “Kediaman Neneng didatangi namun tak ada. Korban menanyakan kepada ibu Neneng, Endang Sulastri (47) yang rumahnya bersebelahan. Endang tidak mengetahui keberadaan anaknya Neneng. Korban tak percaya dan menuduh Endang menyembunyikan Neneng. Terjadilah cekcok mulut,” ujarnya.

Ketika cekcok mulut, kata Tarmuji, seorang cucu Endang yang ada di tempat kejadian menghubungi kerabatnya, Hendra Prayitno (48), warga Kampung Tanjungharapan, Kecamatan Seputihbanyak. 

“Berselang 30 menit, Hendra datang menghampiri korban. Hendra menyuruh korban pergi. Hendra mendorong tubuh korban. Ketika Hendra hendak memukul kepala korban, malah mengenai pipi korban. Atas kejadian ini korban melaporkan ke polisi,” ungkapnya.

Setelah menerima laporan dan memeriksa saksi-saksi, kata Tarmuji, pihaknya mengamankan tersangka Hendra, Rabu (22/9) sekitar pukul 14.00 WIB. “Tersangka juga mengakui perbuatanya. Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 351 KUHP dan/atau Pasal 335 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara,” tegasnya. (sya/mlo)


Pos terkait