Okmal Berikan Pembekalan bagi Mahasiswa KKN Unila

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Lampung Barat (Lambar), Okmal memberikan pembekalan terhadap mahasiswa Universitas Lampung (Unila) yang akan melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Lambar mulai tanggal 2 Januari 2020 mendatang.  Pembekalan dilaksanakan di Ruang A Fakultas Hukum Unila, Sabtu (14/12).

Okmal mengungkapkan, materi yang ia sampaikan kepada para mahasiswa tersebut yakni berkaitan dengan kondisi Lambar dan potensi-potensinya, khususnya di 12 kecamatan yang akan menjadi lokasi KKN.

Bacaan Lainnya



”Jadi saya memaparkan terkait dengan kondisi Lambar, sehingga saat mereka tiba di lokasi KKN mereka  sudah tahu apa potensinya, kondisinya seperti apa, dan  mungkin apa saja yang  bisa mereka laksanakan,” ungkap Okmal.

Dijelaskannya, dalam pemaparan itu dirinya juga menyampaikan berkaitan dengan isu strategis, yakni rawan bencana geologi (Gempa dan Longsor) serta bencana akibat  perubahan iklim (banjir, kekeringan, dan kebakaran hutan dan lahan), kemudian  ancaman terhadap kehidupan masyarakat dan investasi.

Lalu, komoditas utama adalah kopi robusta, yang menjadikan Lambar sebagai sentra kopi terbesar di Lampung dan ditetapkan sebagai kawasan perkebunan kopi nasional, dengan jumlah petani kopi mencapai 35.737 KK, tergabung kedalam 995 kelompok tani dan memiliki empat varietas klon unggul lokal (klon tugu kuning, tugu hijau, lengkong, bodong).

“Kopi merupakan mata pencaharian utama masyarakat Lampung Barat dan  penyumbang terbesar produksi kopi Lampung, akan tetapi memiliki market share yang rendah. Turunnya harga dan produksi kopi menjadi ancaman terhadap kesejahteraan masyarakat dan lingkungan, dan ini tentunya menjadi salah satu yang saya sampaikan dan harapan saya mereka (mahasiswa KKN) akan memiliki terobosan-terobosan yang bisa ditularkan kepada masyarakat kita,” harapnya.

Ia juga menyampaikan bahwa Lambar telah terlepas dari kabupaten status tertinggal berdasarkan Kepmendespdt No.79/2019. Berdasarkan Indek Desa Membangun (IDM) tahun 2019 status pekon (desa) diklasifikasikan desa mandiri dua Pekon (Giham Sukamaju dan Pampangan), desa maju 30 pekon, desa berkembang  85 pekon, desa tertinggal 14 pekon di empat kecamatan  yakni Lumbok Seminung, Batubrak, Batuketulis, Air Hitam. (nop/lus/mlo)



Pos terkait