Oksigen Sentral di RSUDBM Segera Beroperasi

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Oksigen sentral di Rumah Sakit Umum Daerah Batin Mangunang (RSUDBM) saat ini masih dalam proses pemasangan, targetnya dalam waktu dekat ini bisa beroperasi.

Direktur RSUDBM Kotaagung, dr. Meri Yosefa mengatakan saat ini oksigen central masih dalam proses pemasangan panel yang nantinya menghubungkan langsung ke ruangan pasien. Dengan adanya oksigen sentral maka semakin memudahkan petugas sehingga tidak perlu lagi mendorong oksigen ke setiap ruangan, terlebih sebagian besar perawat adalah perempuan.

Bacaan Lainnya

“Dan begitu juga dengan pemakaian lebih irit dengan memakai sentral oksigen, kita juga akan bisa mengontrol volume pemakaian oksigen yang dibutuhkan, dan yang paling penting oksigen tersebut akan langsung terhubung ke panel tempat tidur pasien, pada saat oksigen habis alarm akan berbunyi di ruang jaga perawat,” kata dr. Meri Yosefa.

Ia menjelaskan, jumlah kapasitas oksigen sentral 17 titik, sesuai dengan jumlah tempat tidur yang ada di ruangan isolasi.

Sebelum ada central oksigen menurutnya satu pasien dibekali dengan satu tabung oksigen, pada saat tabung oksigen habis petugas harus kembali mendorong tabung oksigen lalu menggantinya akan tetapi dengan central oksigen ini hal itu tidak diperlukan lagi.

“Untuk tahapan pertama 17 titik yang akan kita pasang, dan saat ini tengah dalam proses mencapai 50%. Lalu tahapan berikutnya 13 titik akan kita pasang, ya itu tadi dengan central oksigen ini semua akan menjadi lebih mudah, dan terkontrol pemakaiannya,” terang Meri.

Lalu terkait ketersediaan oksigen di RSUDBM masih bisa terpenuhi, oksigen disuplai oleh beberapa vendor yang ada di Lampung, serta ada beberapa supplier lepas yang juga turut membantu pasokan oksigen di rumah sakit plat merah tersebut.

“Insya Allah, untuk kebutuhan oksigen di rumah sakit umum batin Mangunang sampai dengan hari ini masih bisa diatasi, dan terakhir saya berpesan kepada masyarakat untuk secara bersama sama mengatasi pandemi Covid-19 ini, tidak hanya bisa mengandalkan tenaga kesehatan saja, senantiasa terapkan protokol kesehatan,” pungkas Meri. (ehl/rnn/mlo)


Pos terkait