Oktober, Diskoprindag Targetkan 16 Toko Beroperasi

  • Whatsapp
Kabid Pengelolaan dan Pengembangan Pasar Diskoprindag Salaffudin, S.I.P

Medialampung.co.id – Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lambar menargetkan pada Oktober mendatang seluruh toko yang di bangun pemerintah daerah tepatnya di sekitar Taman Hamtebiu Kelurahan Pasarliwa Kecamatan Balikbukit akan beroperasi.

“Saat ini-kan baru ada beberapa toko yang buka, nah kita tergetkan Oktober mendatang 16 unit toko yang telah dibangun itu sudah beroperasi atau buka,” kata Kabid Pengelolaan dan Pengembangan Pasar Salaffudin, S.I.P mendampingi Kepala Diskoprindag Drs. Ahmad Hikami di Ruang Kerjanya, Rabu (11/9/2019).

Bacaan Lainnya



Dipaparkannya, tahun ini pemkab menargetkan untuk retribusi toko hamtebiu sebesar Rp88.320.000, jadi artinya setiap toko dikenakan biaya sewa sebesar Rp5.520.000/tahun.  “Dari 16 unit toko itu, seluruhnya sudah ada pemesannya dan kita targetkan pada Oktober untuk retribusi toko di Hamtebiu itu akan terealisasi 100 persen sesuai dengan target yang telah ditetapkan,” katanya.

Salaffudin mengingatkan kepada para pedagang yang menyewa, agar mempergunakan atau memanfaatkan toko untuk berjualan sesuai dengan syarat  yang telah ditentukan yaitu jenis barang dagangan yang dijual harus berupa buah-buahan, kuliner makanan dan minuman, serta cindera mata khas Kabupaten Lambar. “Kalau jualan pakaian boleh asal ada khas Lambar, seperti contoh bermotifkan celugam tapi kalau pakaian perlengkapan bayi atau lainnya itu tidak diperbolehkan,” tegasnya.

Pihaknya juga mengimbau kepada pedagang untuk menjaga dan merawat bangunan toko serta menjaga kebersihannya.

Sekadar diketahui, Diskoprindag Kabupaten Lambar  sejak tahun 2018 secara bertahap melaksanakan kegiatan rehab toko buah yang berada di sekitar Taman Hamtebiu Kelurahan Pasar Liwa Kecamatan Balikbukit. Pembangunan toko buah tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah daerah untuk penataan Kota Liwa

Untuk tahun 2018, pemerintah daerah menganggarkan dana sebesar Rp1,180 miliar, diantaranya untuk pembangunan 16 unit kios, pembangunan KM/WC empat pintu, pemasangan KWH PLN sebanyak 2 titik, pembongkaran taman, dan ornament-ornamen. Kemudian tahun 2019 untuk kegiatan penambahan KWH listrik (15 titik) , dan lainnya. (lus/mlo)



Pos terkait