Operasi Yustisi, Satpol PP Pesbar Mulai Sisir Pekon

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP-Damkar) Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar) mulai melakukan penyisiran ke setiap Pekon di Kabupaten setempat, dalam kegiatan operasi yustisi penegakan protokol kesehatan (Prokes) Covid-19, Senin (15/11).

Kabid Penegakan Peraturan Perundang-Undangan Daerah dan Sumber Daya Aparatur, Muhammad Adhar, S.E., mendampingi Plt.Kasatpol PP-Damkar Pesbar Cahyadi Moeis, mengatakan selain melakukan operasi yustisi penegakan prokes Covid-19 di sekolah, kini Satpol PP mulai menyisir sejumlah Pekon dalam penerapan prokes Covid-19, seperti yang dilaksanakan hari ini di Kecamatan Krui Selatan dan Pesisir Selatan.

Bacaan Lainnya

“Dari hasil penyisiran di sejumlah Pekon itu, masih ditemukan ada aparatur Pekon yang tidak mematuhi prokes salah satunya dengan tidak memakai masker,” katanya.

Selain itu, kata dia, di sejumlah Pekon khususnya di balai Pekon tidak tersedia sarana tempat cuci tangan. Dengan melihat kondisi itu, sudah banyak Pekon yang juga telah mengabaikan prokes Covid-19, dan yang sudah mulai kurang peduli terhadap pencegahan penyebaran Covid-19. Karena itu, diharapkan ini bisa menjadi perhatian bagi seluruh Pekon di Kabupaten Pesbar untuk tetap menerapkan prokes yang ketat.

“Dalam pelaksanaan operasi yustisi disetiap Pekon itu, kami hanya bisa memberikan teguran secara lisan terhadap aparatur Pekon yang tidak menerapkan prokes,” jelasnya.

Ditambahkannya, begitu juga dengan kondisi sarana tempat cuci tangan agar kembali dilengkapi oleh Pemerintahan Pekon, baik di balai Pekon maupun di Posko Covid-19. Serta diimbau agar Pekon dapat kembali mengaktifkan Posko Covid-19 yang ada di seluruh Pekon. Sebab kini Posko Covid-19 di Pekon sudah banyak terlihat sudah tidak aktif.

“Kedepan kita akan kembali melakukan pengecekan Posko Covid-19 dan balai Pekon di Kabupaten Pesbar untuk memantau penerapan prokes, apalagi  wabah Covid-19 ini belum berakhir,” pungkasnya.(yan/d1n/mlo)

Pos terkait