Optimis Harga Kopi Menyentuh Rp20 Ribu/Kg

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Harga jual biji kopi robusta Kabupaten Lampung Barat (Lambar) musim ini akan menyentuh Rp20 ribu lebih masih menjadi harapan dan optimisme petani. Hal itu seiring masih terjadinya angka naik turun terhadap nilai jual. 

Berdasarkan informasi dari pengepul kopi Kecamatan Airhitam M.Husain beberapa hari lalu, harga jual biji kopi kering memang tidak akan menetap, melainkan akan terus mengalami perubahan ke arah kenaikan dan penurunan. 

Bacaan Lainnya



Sebab secara umum harga jual juga dipengaruhi terhadap tingkat kebutuhan pembeli, selain itu faktor kondisi dunia, sebagaimana saat ini masih mewabah covid-19 sehingga bisa saja ada pengaruhnya terhadap sistem penjualan biji kopi. 

Akan tetapi, pihaknya masih merasa bersyukur sebab harga jual kopi masih berkutanan antara Rp18.000-Rp19.000 lebih per kilogram. Sebagaimana saat ini menembus angka Rp19.650/kg untuk airan (kadar air) maksimal 17%.

Disebutkannya, pada dasarnya agen kopi seperti pihaknya tidak mengetahui persis penyebab naik turunnya harga jual kopi sebab itu sudah menjadi hukum pasar dunia, apa karena pengaruh nilai tukar mata uang, atau kebutuhan konsumen hingga kualitas. 

Hanya saja yang menjadi prioritas atau jaminan tingginya harga jual adalah tingkat kualitas seperti kadar air yang terkandung. Artinya dengan begitu petani perlu melakukan pengolahan biji kopi dengan baik seperti ketika masa penjemuran. 

“Dimasa musim seperti ini ada tiga tips yang bagus dilakukan petani untuk menjaga harga jual, Pertama petik merah, yakni buah kopi yang dipetik sudah kondisi merah (masak), kedua penjemuran tidak di atas tanah, untuk menghindari jamur, dan ketiga kondisi biji kopi kering, atau maksimal kadar air 17%, dan baiknya 16% ke bawah,” ajaknya. 

Pada kesempatan itu Husain juga berharap harga jual biji kopi yang menjadi usaha mayoritas masyarakat Lambar akan tinggi sebagaimana harapan minimal Rp20 ribu/Kg.

“Selain pembeli kopi saya juga petani kopi jelas kita semua mengharapkan harga jualnya terus melambung, karena dalam perawatan perkebunan kopi juga membutuhkan modal besar, seperti untuk perawatan hingga pemupukan dan masa panen,” tandasnya. (rin/mlo)



Pos terkait