Pairin Mengaku Sedang Keluyuran Cari Sapi saat Diajak Foto Dua Jari

  • Whatsapp
Walikota Metro Achmad Pairin saat ditemui usai memenuhi panggilan klarifikasi pertama Bawaslu Lamteng

Medialampung.co.id – Walikota Metro Achmad Pairin memenuhi panggilan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Lampung Tengah, Senin (19/10). Pairin dimintai klarifikasi sekitar 1,5 jam mulai pukul 11.00-12.30 WIB terkait dugaan kampanye yang dilakukannya dengan berfoto dua jari.

Setelah diklarifikasi, Pairin menceritakan dirinya hingga dipanggil Bawaslu Lamteng. “Beberapa waktu lalu, saya bertemu seorang kepala kampung Pak I Ketut Sugede (Kakam Restubuana, Kecamatan Rumbia *red). Saya memang dekat sekali. Saya seteleponan dan mampir ke rumahnya. Ketemu Pak Ketut. Terus, anak buah Pak Ketut merangkul-rangkul saya. Setelah itu diajak foto-foto (mengacungkan simbol dua jari *red). Diajak ‘begini, Pak. Begini, Pak’. Anak-anak itu yang ngomong. Tapi, saya nggak ngeh. Makanya saya dipanggil Bawaslu Lamteng untuk diklarifikasi,” katanya.

Bacaan Lainnya

Ditanya apakah itu bukan dalam rangka kampanye, Pairin mengatakan tidak tahu.  “Saya nggak tahu ya. Udah lama sih saya ke sananya. Saya ini memang sering keluyuran cari sapi,” ujarnya.

Ditanya berapa pertanyaan yang diajukan Bawaslu, Pairin mengatakan nggak menghitung. “Saya nggak ngitung,” ungkapnya.

Dipertegas apakah sering keluyuran cari sapi, Pairin menyatakan juga tidak. “Ya nggak gitu juga. Keluyuran saja. Kalau ada yang dibeli, ya beli. Kalau nggak ada, ya sudah. Memang saya senang keluyuran,” tegasnya.

Sedangkan Ketua Bawaslu Lamteng Harmono menyatakan memanggil Walikota Metro Achmad Pairin terkait hal-hal yang viral beberapa waktu lalu di media.

“Kita menindaklanjuti terkait viralnya Walikota Metro A. Pairin yang diduga melakukan kampanye salah satu calon. Sempat juga ada laporan dari LSM yang mendesak apa langkah Bawaslu terkait foto yang beredar. Kita tahu Pairin ini pejabat negara. Kemudian ada foto mengacungkan tangan dua jari yang mendukung salah satu paslon Lamteng,” katanya.

Harmono menyatakan pihaknya telah meminta keterangan Pairin. “Kita panggil untuk dimintai keterangan. Sebenarnya apa yang terjadi. Apa yang dilakukan dan terkait foto yang tersebar di media itu?” ujarnya.

Harmono menyatakan ada sekitar 20 pertanyaan yang diajukan. “Ada sekitar 20 pertanyaan yang diajukan. Kita fokus pada materiilnya. Kita sedang penuhi formil dan materiilnya. Kita akan plenokan di Bawaslu. Jika materinya cukup akan ditindaklanjuti di Gakkumdu karena beliau selaku pejabat negara. Pertanyaan yang diajukan ada dijawab gamblang dan abu-abu,” ungkapnya.

Terkait pemanggilan kepala kampung dan orang yang dalam foto, Harmono menyatakan itu nanti. “Itu nanti. Kita kan sekarang masih dalam rangka meminta keterangan. Ada sembilan Kakam rencananya kita panggil. Kita agendakan nanti jika masuk dalam ranah pemanggilan di Gakkumdu,” katanya. (sya/mlo)




Pos terkait