Pancurmas Ditarget Lepas dari Predikat Tertinggal

  • Whatsapp
Kabid Penataan dan Kerjasama Pekon pada DPMP Lambar Desmon Irawan

Medialampung.co.id – Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pekon (DPMP) kabupaten Lampung Barat, menargetkan bahwa tahun 2021 ini  tidak ada lagi pekon di kabupaten setempat dengan predikat tertinggal. Seperti diketahui, pada tahun 2020 lalu pekon tertinggal  tersisa satu yakni Pekon Pancurmas dan tahun ini ditargetkan pekon tersebut menjadi pekon berkembang.

Kabid Penataan dan Kerjasama Pekon pada DPMP Lambar Demon Irawan, ST., mengungkapkan, sejauh ini Pekon Pancurmas masuk dalam predikat tertinggal karena potensi sumberdaya sosial, ekonomi, dan ekologi tetapi belum atau kurang mengelolanya dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta kualitas hidup manusia serta mengalami kemiskinan dalam berbagai bentuknya.

Bacaan Lainnya


”Tahun ini kami targetkan Pancurmas terentaskan dari pekon tertinggal dan menjadi pekon berkembang, sehingga tidak ada lagi pekon tertinggal di Lambar, karena hingga tahun 2020 tinggal satu pekon itu lagi (tertinggal),” ungkap Desmon mendampingi kepala DPMP Lambar Ir. Noviardi Kuswan.

Ia menjelaskan, sesuai penilaian indeks desa membangun (IDM) terjadi peningkatan baik yang mandiri, maju, berkembang dan tertinggal. Banyak status desa/pekon berkembang menjadi pekon maju, dan ada status pekon yang naik dua tingkat dari berkembang menuju pekon mandiri sehingga status pekon mandiri yang semula dua menjadi 10 pekon mandiri.

Kemudian, masih ada status pekon yang tetap atau tidak mengalami perubahan sebanyak 91 pekon, namun nilai per poin naik dengan bertambahnya indikator diukur lebih rinci. 

”Berdasarkan IDM, status pekon mandiri di Lambar tahun 2019 dua pekon namun pada tahun 2020 bertambah menjadi 10 pekon. Begitu juga dengan status pekon maju pada tahun 2019 hanya 30 pekon dan tahun 2020 menjadi 44 pekon. Sedangkan pekon berkembang pada tahun 2019 berjumlah 85 pekon dan tahun 2020 sebanyak 75 pekon.

“Untuk pekon tertinggal pada tahun 2019 sebanyak 14 pekon namun tahun 2020 lalu berkurang menjadi satu pekon sedangkan pekon sangat tertinggal di Kabupaten Lambar sudah tidak ada lagi,” kata dia.

Desmon menambahkan, untuk pekon tertinggal Pekon Pancurmas dari segi akses jalan susah namun pemerintah daerah akan berupaya untuk memberikan sentuhan melalui bidang tangguh bencana, peningkatan pelayanan kesehatan termasuk stunting dan jambanisasi kesehatan lingkungan, bidang pendidikan melalui PAUD serta dari dana desa (DD),” pungkasnya. (nop/mlo)


Pos terkait