Pandemi Berdampak Anjloknya Harga Komoditas Hortikultura

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Wabah Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) berdampak terhadap harga jual komoditas Hortikultura di Kabupaten Lampung Barat. 

Diantaranya harga jual terong sejak satu bulan terakhir bertengger di harga jual yang rendah, padahal sebelum puasa harga jual terong mencapai Rp3.000 per kilogram. 

Bacaan Lainnya



Yasir,  petani di Kelurahan Waymengaku, Kecamatan Balikbukit mengungkapkan, sudah satu bulan lebih terong miliknya dihargai Rp1.500 per kilogram di tingkat pengepul. 

Kondisi itu, kata Yasir, sudah cukup baik karena sebelumnya pernah juga di angka 1000 per kilonya, hanya saja kondisi harga saat ini belum stabil seperti biasa.

Terkait penyebab rendahnya harga Yasir mengaku tidak mengetahui persis. Ia beransumsi disebabkan adanya pandemi wabah virus corona atau Covid-19.

“Saya kurang tahu apakah itu gara-gara corona atau bukan, yang jelas saat ini harganya rendah, tapi kalau tidak dipanen sayang karena kami masih berharap harga kembali naik,” ungkap Yasir, Rabu (3/6).

Lahan garapan saya lanjut Yasir, ada sekitar 4 sampai 5 rantai, setiap seminggu sekali panen menghasilkan 5 kuintal, jadi mubazir jika tidak dipetik.

Selain terong ungu, harga kol juga anjlok, yang sebelumnya Rp6.000 sekarang tinggal Rp3.000 lagi perkilonya, tapi sekali lagi saya tidak tahu apakah ini dampak corona atau bukan.

“Kebetulan selain menanam terong saya juga menanam kol, tapi sama dengan terong, harga kol turun hingga 50 persen dari biasanya. Tapi lagi-lagi saya tidak tahu penyebabnya apa,” keluhnya. (nop/mlo)



Pos terkait