Parosil Berikan Apresiasi Kepada Kepala Sekolah dan Guru 

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Bupati Lambar Hi. Parosil Mabsus memberikan apresiasi kepada seluruh kepala sekolah dan guru di Kabupaten Lambar karena telah melaksanakan protokol kesehatan di tingkat sekolah dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka. 

“Selama saya melaksanakan kegiatan di tingkat kecamatan, pekon dan sekolah-sekolah baik Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama (SMP), Madrasah Ibtidaiyah (MI), dan Madrasah Tsanawiyah (MTs), bapak bupati menemukan disiapkan sekolah untuk melaksanakan belajar mengajar tatap muka dengan catatan seluruh siswa pakai masker, sebelum anak anak masuk sekolah dilakukan cek suhu tubuh, wajib menggunakan Hand Sanitizer dan anak anak wajib membawa sapu tangan atau tisu serta bawa botol sendiri, begitu juga dengan guru telah melaksanakan protokol kesehatan,” ungkap Parosil pada saat membuka kegiatan seminar nasional sekaligus launching majalah guru hebat dan pembelajaran mandiri melalui Channel Youtube yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) di GOR Ajisaka Kawasan Sekuting Terpadu (KST) Kecamatan Balikbukit, Selasa (10/11)

Bacaan Lainnya

Menurut dia, hari ini merupakan momentum bersejarah bagi kita semua di tengah pandemi Covid-19. Dengan kondisi dan tantangan ini, kita sebagai guru harus mencoba dan keluar dengan dengan cara memunculkan suatu kreativitas dan inovasi baru.

“Kita prihatin karena anak anak kita belajar dirumah, belajar di sekolah saja kita tidak yakin anak anak meraih prestasi apalagi kalau belajar di rumah pasti ada penurunan. Oleh karena itu suatu keberanian bagi kita Lampung Barat karena kabupaten lain belum melaksanakan KBM sedangkan Lampung Barat sudah kedua kalinya melaksanakan KBM tatap muka dengan tetap menerapkan protokol kesehatan,” kata dia seraya menambahkan, untuk melaksanakan KBM tatap muka tidak mudah dan harus ada kesepakatan dan dukungan dari orang tua atau wali murid.

Parosil berharap kepada guru untuk saling mengingatkan sesama guru dan anak muridnya untuk tetap menerapkan protokol kesehatan karena jangan sampai terjadi transmisi lokal.

“Selama ini kasus Covid-19 yang terjadi di Kabupaten Lampung Barat rata-rata karena pernah berkunjung keluar daerah Lambar dan luar Provinsi Lampung, artinya transmisi luar. Saya optimis dan yakin bahwa seluruh guru yang mengikuti seminar ini telah melakukan Rapid Test dan telah melaksanakan protokol kesehatan,” pungkas dia. (lus/mlo)




Pos terkait