Parosil dan Hasnurin Bagikan Sembako untuk Korban Banjir Suoh dan BNS

  • Whatsapp
Foto nopri/mlo

Medialampung.co.id – Bupati Lampung Barat Hi. Parosil Mabsus dan Wakil Bupati Mad Hasnurin, menyerahkan secara simbolis bantuan berupa beras sebanyak 2,6 ton, 260 dus mie instan, serta minyak goreng kepada masyarakat Kecamatan Suoh dan Bandarnegeri Suoh (BNS) yang terdampak banjir akibat meluapnya sungai waysemangka tiga hari lalu.

Bacaan Lainnya



Bantuan tersebut dikemas dalam 260 paket, untuk 260 penerima dengan rincian Pekon Bumi Hantatai, Pekon Tembelang, Pekon Ringin Sari dan Pekon Suoh Kecamatan BNS sebanyak 187 penerima, dan 73 penerima lainnya di Pekon Tugu Ratu dan Pekon Banding Agung.

Dalam Kesempatan itu, Pakcik—sapaan Parosil Mabsus menyampaikan rasa prihatinnya atas musibah banjir yang terjadi.  Kemudian sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap maka diberikan bantuan berupa beras masing-masing sebanyak sepuluh kilogram, satu dus mie instan dan minyak goreng.

”Bantuan ini, jangan dilihat dari nilainya, namun harapan saya bantuan ini bisa sedikit meringankan beban bapak-ibu yang terkena musibah, dan semoga kedepannya musibah banjir tersebut tidak kembali terjadi,” ungkap Parosil Mabsus, pada saat penyerahan secara simbolis yang juga dihadiri oleh sejumlah peratin.

Dalam kesempatan itu, Parosil juga berpesan kepada masyarakat untuk bisa tetap waspada, khususnya masyarakat yang berada di dekat aliran sungai,  karena musim penghujan belum diketahui kapan berakhir, sehingga ancaman banjir tentu tetap ada.

”Intinya saya menghimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada guna meminimalisasi hal-hal yang tidak diinginkan, semoga  ini musibah yang terakhir kalinya,” kata dia.

Untuk diketahui, wilayah terdampak akibat banjir akibat meluapnya sungai Waysemangka pada Minggu pagi (3/5/2020), yakni mencapai 70-an rumah tersebar di sejumlah kecamatan, dengan terparah di Pekon Tugu Ratu dan Pekon Banding Agung Kecamatan Suoh yakni 37 dan 23 rumah terendam.   

Selain itu, banjir juga menyebabkan areal persawahan dan perkebunan warga ikut terendam.  Namun beruntungnya, sebagian besar petani padi sudah panen, sehingga tidak berdampak kerugian yang besar dialami masyarakat. (nop/mlo)



Pos terkait