Parosil dan Mad Hasnurin Sambangi Korban Amukan Gajah

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Bupati Lampung Barat Hi. Parosil Mabsus bersama Wakil Bupati Mad Hasnurin, didampingi sejumlah kepala perangkat daerah menyambangi korban amukan gajah di Pekon Bumi Hantatai Kecamatan Bandarnegeri Suoh (BNS) Jumat (11/12).

Total sebanyak 33 Kepala Keluarga (KK) menerima bantuan berupa buffer stock bencana, dengan penyerahan dipusatkan di kediaman Peratin Bumi Hantatai. Ke-33 KK tersebut merupakan korban yang rumahnya mengalami kerusakan parah, setelah diserang belasan ekor gajah dengan habitat asli Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS).

Bacaan Lainnya


Saat menyerahkan bantuan, Pakcik—sapaan Parosil Mabsus—menyampaikan keprihatinannya atas musibah yang menimpa masyarakat Pekon Bumi Hantatai khususnya yang berada di Pemangku Talang Gajah dan Talang Makmur.

”Meskipun tidak bisa kita pungkiri bahwa kawasan tersebut merupakan jalur perlintasan gajah, namun dengan kejadian yang terjadi beberapa waktu lalu, dimana menimbulkan kerugian bagi masyarakat tentunya saya atas nama pemerintah daerah menyampaikan keprihatinan,” ungkap Parosil.

Ia menyebut, salah satu solusi agar konflik gajah dan manusia tidak terus terjadi maka perlu dilakukan relokasi untuk permukiman penduduk di tempat yang lebih aman. Hal tersebut akan menjadi perhatian pemerintah daerah bersama aparat pekon.

”Karena kawasan tersebut merupakan jalur gajah, maka Insya Allah (rumah penduduk) akan direlokasi ke tempat yang aman, dan soal lahan rumah di fasilitasi peratin Hantatai,” kata dia menambahkan. 

Untuk diketahui, konflik gajah dan manusia di Kabupaten Lampung Barat, tepatnya di Pekon Bumi Hantatai Kecamatan BNS terjadi lagi. Sebanyak 51 rumah dan gubuk milik masyarakat porak-poranda akibat amukan gajah. Puluhan kepala keluarga (KK) terpaksa harus mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Tanda-tanda akan terjadi konflik tersebut, sudah ada sejak Senin (2/11). Saat itu, kawanan gajah yang diketahui berjumlah belasan ekor mulai mendekati pemukiman warga. Puncaknya pada Jumat-Sabtu (7-8/11) dengan titik terbesar kerusakan terjadi di Talang Masjid/Talang Gajah, dengan jumlah kerusakan mencapai 17 rumah. (nop/mlo)




Pos terkait