Parosil : Kebutuhan Posko Jaga Perbatasan Segera Dipenuhi 

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Agar, upaya pengecekan (screening) pendatang dari luar kabupaten lebih maksimal di pintu masuk antar kabupaten, Bupati Lampung Barat Hi Parosil Mabsus memerintahkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lambar, selaku Sekretaris Gugus Tugas Penanganan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) Drs Ismet Inoni, M.M.,secepatnya memenuhi apa yang menjadi kebutuhan para petugas (relawan) Posko pemantauan Covid-19 di empat titik pintu masuk Kabupaten Lambar.

Arahan itu disampaikan bupati, saat melakukan pengecekan di posko jaga di Pinusan Kecamatan Sumberjaya, Rabu (22/4), bersama Wakil Bupati Mad Hasnurin, dan beberapa pejabat pemkab lainnya.

Bacaan Lainnya



Dalam peninjauan itu selain menyerahkan Alat Pelindung Diri (APD), makanan, suplemen, Bupati juga menjaring aspirasi dari petugas jaga yang tergabung dari Bidang Kesehatan, BPBD, TNI, Polri, Satpol-PP, PMI dan beberapa unsur relawan lainnya terkait apa yang dibutuhkan guna maksimalnya penjagaan.

“Apa yang dianggap kurang segera sampaikan kepada gugus tugas kabupaten, untuk segera dilengkapi, kita upayakan semua posko jaga di empat pintu masuk Kabupaten Lampung Barat nyaman ditempati bahkan kalau bisa seperti dirumah sendiri, sehingga petugas dapat bekerja maksimal dan kesehatan terjaga,” tegasnya.

Jangan sampai justru petugas yang ditugaskan mengecek para pendatang yang masuk, justru sakit karena tidak dapat pengontrol kesehatan.

“Kalau memang perlu di pasang alat tambahan lain bahkan TV atau ada alat kebutuhan lainnya jangan sungkan-sungkan laporkan ke pak bupati, posko ini harus maksimal dan nyaman ditunggu, karena kita belum tau kapan virus ini akan segera berlalu,” ujarnya.

Perwakilan relawan Covid-19 di Posko Pinusan yang juga Ketua Forum Puskesmas Lambar Minarni, SKM, M.Kes, ke bupati, untuk penambahan personil piket, sebab dengan jumlah yang ada saat ini dan padatnya kenderaan masuk petugas sering kewalahan.

Kemudian perbaikan posko seperti pemasangan pembatas ruang petugas dengan ruang pasien atau warga terpaksa, kemudian penyaluran secara rutin suplemen bagi petugas piket, penambahan sarana kebutuhan di lokasi posko, dan tak kalah pentingnya penyaluran Alat Pelindung Diri (APD) sebab yang ada saat ini masih sangat keterbatasan dan jenisnya level dua. (rin/mlo)



Pos terkait