Parosil : Kedepan Studi Banding akan Dilaksanakan Lebih Terarah

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Munculnya berbagai sorotan dan kritikan tentu menjadi sebuah tuntutan dalam menyikapi kegiatan bimbingan tekhnis (Bimtek) dan Studi Banding yang hampir setiap tahunnya dilakukan oleh Peratin se-Kabupaten Lampung Barat (Lambar).

Terlebih, meski hampir setiap tahun kegiatan Bimtek dan Studi Banding digelar, hingga kini belum ada pekon yang dinilai menonjol untuk mengimplementasikan hasil kegiatan tersebut.

Bacaan Lainnya



Menanggapi hal itu, Bupati Hi. Parosil Mabsus mengatakan, terkait kegiatan ini dirinya mendapatkan informasi bahwa telah teragenda dan sudah menjadi kesepakatan Apdesi Lambar. Kendati begitu, kedepan pihaknya memastikan agenda bimtek untuk peningkatan sumber daya manusia (SDM) akan dilaksanakan dengan lebih terarah.

“Kedepan kami akan memerintahkan kepada seluruh peratin dan dinas terakit supaya kegiatan Bimtek dilakukan lebih kearah potensi masing-masing pekon dan kami berharap pelatihan peningkatan SDM ini di selengarakan di tingkat kecamatan atau pekon dengan melibatkan lembaga yang berkompeten,” terang Pakcik—sapaan Parosil Mabsus.

Hal itu, kata dia, diharapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan para pengurus Badan Usaha Milik Pekon (BUMP-Pekon), Usaha Mikro Kecil Menangah (UMKM) dan kelompok wanita tani (KWT), agar tercipta lapangan pekerjaan dengan memanfaatkan potensi yang ada di masing-masing pekon.

“Ya untuk tujuan studi banding saat ini, mungkin mereka bisa mencontoh dari segi pengembangan destinasi wisata,” imbuhnya.

Sementara, terkait bimtek tersebut, belakangan muncul pengakuan dari sejumlah peratin yang mengaku terpaksa untuk mengikuti kegiatan studi banding tersebut, kendati begitu pihaknya tidak dapat berbuat banyak karena program bidang peningkatan SDM itu sudah diatur agar dianggarkan dalam APBP tahun 2019.

“Sebetulnya kami secara pribadi juga merasa terpaksa, tapi mau bagaimana, itu sudah ada dalam aturan dan sudah menjadi keharusan, jadi kami ikut saja,” ungkap salah seorang peratin yang enggan disebutkan namanya.

Keharusan yang di maksud, kata dia, karena sudah ada kesepakatan di tingkat  Apdesi dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pekon (DPMP), bahkan pihaknya mendapat penekanan bahwa berangkat atau tidak pekon harus tetap membayar. ”Kami diminta untuk menganggarkan, dan berangkat atau tidak berangkat harus tetap bayar,” akunya.

Seperti diketahui, Plesiran berbalut Bimtek dan studi banding kembali dilaksanakan oleh Apdesi Lampung Barat yang diikuti oleh 131 peratin se-kabupaten setempat, mulai Kamis (14/11).

Setelah Bimtek di Bandarlampung, rombongan dijadwalkan akan melanjutkan studi banding ke Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Klaten, Jawa Tengah yang dilaksanakan pada Sabtu hingga Selasa (16-19/11) mendatang.(edi/mlo)



Pos terkait