Parosil : Keharmonisan Jadi Tolak Ukur Keberhasilan Pembangunan Daerah

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Bupati Lampung Barat Hi. Parosil Mabsus didampingi Wakil Bupati Hi. Mad Hasnurin serta sejumlah asisten, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan jajaran yang lain menyambangi Graha Pena Lampung untuk mendiskusikan berbagai hal pada Rabu siang (11/12).

Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Chairman Radar Lampung Group Hi. Ardiansyah didampingi General Manager Radar Lampung yang juga Direktur Radar Lambar-Radar Pesisir Barat Hi. Purnawirawan serta GM Radar TV Adi Kurniawan didampingi masing-masing Pemred Widisandika, Ary Mistanto dan Haris Tiawan.

Bacaan Lainnya



Dalam diskusi tersebut, Hi. Parosil menganggap Radar Lampung Grup merupakan mitra pembangunan di Lampung Barat. Dimana, kunjungan ini juga dilakukan untuk memberikan informasi kepada masyarakat terkait keberhasilan pembangunan di daerah berjuluk Beguai Jejama Sai Betik itu.

”Mengapa tidak dari awal saya roadshow ke Radar Lampung Grup, karena pada saat itu masih sebatas visi misi. Sekarang saya datang, karena sudah dua tahun saya bersama Pak Hasnurin menjabat. Tentunya sudah banyak kesuksesan yang kami lakukan,” ujarnya.

Dia mengatakan, pelaksanaan pembangunan di Lampung Barat tidak terlepas dari keharmonisan. Baik antara eksekutif dan legislatif, selain itu antara Bupati dan Wakil Bupati.

”Saya contohkan hari ini, Pak Wabup sedang di Jakarta, tapi kami menunggu untuk bisa sama-sama datang ke kantor Radar Lampung ini. Bisa saja saya datang pagi hari tadi, tapi saya bilang sama Pak Asisten, tunggu Pak Wabup. Bagi saya, keharmonisan itu menjadi tolak ukur keberhasilan pembangunan daerah,” ucapnya.

Terusnya, beberapa keberhasilan yang telah dicapai selama dua tahun memimpin, diantaranya mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dalam Laporan Keuangan Pemerintah Daerah, kemudian bidang kesehatan saat ini di 15 kecamatan di Lampung Barat sudah memiliki puskesmas tarap nasional atau sekelas rumah sakit rs tipe C dengan layanan cukup baik.

”Hanya saja tenaga dokter masih kekurangan, karena itu pemkab memprogramkan beasiswa kedokteran, dengan harapan lulusan kedokteran itu nantinya bisa mengabdikan diri di Lampung Barat. Selain itu ada program BPJS daerah dengan sasaran 27 ribu jiwa,” terangnya.

Terus dia, Lambar juga kini telah berhasil keluar dari predikat kabupaten tertinggal, meski dengan begitu Lambar kehilangan salah satu sumber pendapatan dana Afirmasi Rp45 miliar yang sebelumnya dikucurkan pemerintah pusat setiap tahunnya.

Kemudian program Ambulance Hebat. Yang membedakan dengan ambulance biasa adalah di dalamnya ada perawat dan bidan yang tugasnya memeriksa apakah pasien harus ke rumah sakit atau tidak, serta peralatan dalam armada Ambulance Hebat itu juga lebih canggih.

Selanjutnya program bidang pendidikan berupa pembagian seragam gratis tiga stel bagi seluruh siswa SD/MI dan SMP/MTs di kabupaten setempat. ”Program ini disambut antusias, bahkan masyarakat berharap kedepan pembagian seragam itu tidak hanya tiga stel saja. Lalu pemerintah daerah juga memberikan tali asih bagi mahasiswa kategori negeri, seperti Unila (Universitas Lampung) dan UIN (Universitas Islam Negeri) Raden Intan Lampung. Itu salah satu bentuk perhatian pemkab terhadap kemampuan mahasiswa asal Lambar,” jelas Parosil.

Lalu bidang perkebunan/pertanian yang bertujuan mensejahterakan petani. Berbagai cara dilakukan pemerintah daerah, seperti mendirikan sekolah kopi yang bersifat non formal. ”Penerimaan siswa segera dibuka, siapapun boleh mendaftar karena itu bersifat untuk umum. Kami berharap kedepan itu proporsional dan melahirkan barista-barista handal. Apalagi kita punya unggulan kopi robusta dengan ciri khas dan cita rasa berbeda. Lambar juga merupakan kabupaten konservasi, kedepan dihararapkan semakin baik. Dua tahun kepemimpinan kami (Parosil-Hasnurin) terus berupaya membuktikan apa yang menjadi janji kami,” terang dia.

Masalah infrastruktur jalan masih menjadi prioritas pembangunan, mengingat infrastruktur merupakan penggerak atau urat nadi pertumbuhan ekonomi suatu daerah.

Sementara General Manager Radar Lampung juga Direktur Radar Lambar-Radar Pesisir Barat Hi. Purnawirawan menyampaikan apresiasi atas keberhasilan bupati dan jajaran pada banyak program yang telah berjalan baik.

Menurut Bang Purna—sapaan akrab Purnawirawan, Lambar memiliki potensi luar biasa yang tidak dimiliki daerah lain di Lampung. Salah satunya potensi wisata, namun sayang hanya dinikmati sebagian besar masyarakat lokal saja.

”Saya pernah berkunjung ke salah satu lokasi wisata puncak di daerah Makasar, dan ternyata masih jauh lebih baik potensi wisata puncak yang ada di Lampung Barat. Hanya saja memang, gaungnya kalah. Karenanya,  itu menjadi PR (pekerjaan rumah) Pemkab Lambar untuk lebih gencar lagi melakukan promosi guna menarik minat masyarakat luar berkunjung ke Lampung Barat,” terangnya.

Lambar, terusnya, kaya akan adat istiadat dan budaya lokal yang juga berpotensi menjadi sumber pundi-pundi pendapatan pemerintah daerah.

Menanggapi itu, Parosil mengakui bahwa potensi wisata yang ada masih dinikmati sebagian besar warga Lambar. Selain diperlukan promosi secara gencar, kata dia, itu juga faktor akses jalan, dan Lambar bukan merupakan daerah tujuan.

”Terimakasih atas masukannya, ini tentunya manjadi PR kami, dan menjadi tugas satuan kerja yang membidangi untuk lebih maksimal lagi melakukan langkah-langkah konkrit guna mencapai tujuan sesuai harapan masyarakat,” imbuhnya.(hrs/mlo)



Pos terkait