Parosil – Mad Hasnurin Tinjau Wilayah Terdampak Cuaca Ekstrim

  • Whatsapp
foto edi/mlo

Medialampung.co.id – Bupati Lampung Barat Hi. Parosil Mabsus bersama Wakil Bupati Drs Hi. Mad Hasnurin didampingi sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait melakukan peninjauan ke wilayah terdampak cuaca extrim seperti bencana tanah amblas di Pekon Sebarus, Kecamatan Balikbukit, Senin (18/5).  

Dalam peninjauan itu, Parosil Mabsus menyampaikan bahwa terkait langkah penanganan apabila tidak dapat tercover oleh Dana Desa maka pihaknya telah memerintahkan kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk membantu upaya penanggulangan.

Bacaan Lainnya



“Kalau tidak memungkinkan menggunakan anggaran Dana Desa, nanti Pemkab Lambar akan turut membantu. Terkait teknis penanganan, saluran pembuangan air dialihkan supaya tidak menimbulkan kerusakan yang lebih parah, mudah-mudahan upaya penanganan secepatnya bisa kita lakukan,”terang Parosil.

Terkait kondisi cuaca ekstrim, yang tengah melanda kabupaten setempat, Ia mengimbau imbau agar tetap terhadap potensi bencana banjir, longsor maupun pohon tumbang. Terlebih, secara umum daerah Lambar merupakan lokasi topografi banyak wilayah perbukitan sehingga rawan terjadi longsor.

“Imbauan ini juga ditujukan bagi warga yang tinggal di beberapa wilayah rawan bencana terutama longsor dan banjir. Sebab kondisi cuaca hujan saat ini sangat tidak menentu dengan ritme berubah-ubah,  tiba-tiba panas kemudian hujan begitupun sebaliknya,”kata dia.

Seperti diketahui,Hujan deras yang mengguyur sebagian besar wilayah Kabupaten Lampung Barat dengan intensitas tinggi mengakibatkan sejumlah kerusakan pada lingkungan pemukiman penduduk, Sabtu (9/5) petang.

Di Pekon Sebarus, Kecamatan Balikbukit, tepatnya di Pemangku IV Tanjungbaru. Saluran pembuangan air sepanjang sekitar 8 meter ambrol setelah diterjang debit air yang deras.

“Hujan yang berlangsung cukup lama ini mengakibatkan saluran pembuangan air ambrol, kondisi itu mengancam keberadaan rumah warga yang tak jauh dari lokasi,” terang Peratin Sebarus Melky Dafirzata.

Dia mengatakan, rumah itu berdiri tepat dengan lingkaran saluran air, sehingga diperkirakan kondisi tanah bangunan tersebut sudah menggantung akibat tergerus air. “Posisi tanah di rumah itu juga kemungkinan sudah menggantung, kami khawatir jika tidak segera mendapat penanganan akan berdampak terhadap kerusakan yang lebih parah. Ditambah, selain rumah ada beberapa areal persawahan yang rusak akibat saluran air tersebut,”kata dia.

Sebetulnya, kata dia, pihaknya telah memprioritaskan pembangunan saluran air tersebut, namun ditengah pandemi covid-19, pembangunan batal lantaran harus dialokasikan ke bantuan penanggulangan.

“Sudah kami anggarkan tahun ini, tapi batal dibangun karena anggaran kita alihkan ke penanggulangan dan penyaluran bantuan di tengah wabah Covid-19,”imbuhnya.

Kendati begitu, pihaknya  akan melakukan penangan sementara sebagai langkah antisipasi dan bersifat darurat. Namun secara permanen pihaknya berencana akan mengalihkan jalur air tersebut dengan membangun saluran drainase. (edi/mlo)



Pos terkait