Parosil Rencanakan Temui Pihak PT. NM

  • Whatsapp

Medialampung.co.id Pemkab Lampung Barat (Lambar), berencana akan segera menemui pihak PT. Natarang Mining (NM), yang melakukan eksploitasi tambang emas di perbatasam Lambar dengan Tanggamus, guna membicarakan banyak hal, diantaranya persoalan-persoalan yang terjadi di tengah masyarakat khususnya di delapan pemangku dalam wilayah Pekon Bandaragung Kecamatan Bandarnegeri Suoh (BNS) yang bertahun-tahun merasakan dampak dari aktivitas penambangan.

Bupati Lambar Parosil Mabsus mengaku, ia telah memerintahkan Dinas Penanaman Modal PTSP dan Naker Lambar bersama pihak Kecamatan BNS untuk melakukan koordonasi dengan pihak PT. NM hanya saja upaya yang dilakukan belum membuahkan hasil.

Bacaan Lainnya



“Sudah saya perintahkan pihak perizinan dan kecamatan untuk koordinasi ke PT NM, tapi laporan yang saya terima belum bisa diagendakam (pertemuan) karena pihak PT. NM sulit ditemui,” ungkap Pakcik—sapaan Parosil Mabsus.

Namun, sambung Pakcik, ia berencana akan secara langsung menemui pihak PT. NM yang direncanakan pada awal Januari 2020 mendatang, sehingga persoalan yang tidak tidak berlarut-larut. “Rencana kami di awal Januari ingin silaturahmi ke PT. NM sekalian Musrenbanggcam di BNS,” ujarnya.

Sementara, upaya pemerintah daerah dalam menindaklanjuti keluhan dari masyarakat di sekitar wilayah eksplorasi PT. NM mendapatkam dukungan dari Komisi II DPRD Lambar yang juga membidangi persoalan tambang.

Anggota Komisi II Herwan mengatakan, pihaknya siap untuk mengawal dan dudul bersama untuk menindaklanjuti keluhan yang disampaikan masyarakat, sehingga kedepannya masyarakat di sekitar area tambang tidak hanya sebagai penonton dan merasakan dampak dari aktivitas yang nyaris tanpa henti 1×24 jam tersebut.

“Kami apresiasi pemerintah daerah yang telah berupaya meskipun belum membuahkan hasil, dan tentunya kami siap untuk mengawal, termasuk kami akan berkoordinasi dengan jaringan di pusat (DPR-RI,red), dan juga jika kami diajak kami juga siap untuk turun meninjau seperti apa kondisi masyarakat yang terdampak akibat aktivitas tambang di wilayah itu,” imbuhnya. (nop/mlo)



Pos terkait