Parosil Sampaikan Nota Pengantar LKPj Tahun 2020

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Bupati Kabupaten Lambar Hi. Parosil Mabsus menyampaikan nota pengantar laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPj) atas penggunaan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) tahun anggaran 2020 pada saat rapat paripurna yang digelar Ruang Sidang Margasana, Senin (12/4).

Dalam kesempatan itu, Parosil mengungkapkan, penyampaian LKPj tahun anggaran 2020 adalah tahun ketiga dalam pelaksanaan RPJMD 2017-2022 dan merupakan evaluasi atas pelaksanaan pembangunan tahunan yang telah dituangkan dalam RKPD tahun 2020 dengan tema pembangunan yaitu “Meningkatkan Kualitas Sumberdaya Manusia dan Pembangunan Perekonomian Guna Mengurangi Kemiskinan dan Ketertinggalan”.

Bacaan Lainnya



Berdasarkan tema tersebut, maka pembangunan daerah pada tahun 2020 dijabarkan ke dalam lima agenda prioritas pembangunan yaitu meningkatkan infrastruktur dan konektivitas antar wilayah yang berwawasan lingkungan serta tangguh bencana, meningkatkan kualitas layanan dasar untuk pembangunan sumberdaya manusia, mengurangi kemiskinan melalui peningkatan pertumbuhan ekonomi dan peningkatan pendapatan masyarakat, dan peningkatan nilai budaya dan minat baca masyarakat. Serta peningkatan kualitas aparatur yang profesional, tata kelola pemerintahan yang baik dan stabilitas kamtibmas.

Parosil menjelaskan, pendapatan daerah tahun 2020 terealisasi sebesar Rp1,011 triliun lebih atau sebesar 99,06 persen dari target sebesar Rp1,020 triliun lebih. Lalu belanja daerah, anggaran kegiatan pembangunan sebesar Rp1,051 triliun lebih, terealisasi Rp984,63 miliar lebih atau 93,61 persen terdiri dari belanja tidak langsung sebesar Rp572,96 miliar lebih, dan belanja langsung Rp411,66 miliar lebih. 

Kemudian, untuk pembiayaan daerah, target Rp31,251 miliar lebih, terealisasi 100% dalam bentuk penggunaan sisa lebih perhitungan anggaran (SILPA). Sedangkan untuk pengeluaran pembiayaan pemerintah daerah menargetkan Rp4 miliar dengan realisasi 100% atau Rp4 miliar dalam bentuk penyertaan modal investasi pemerintah daerah. 

“Berdasarkan hasil perhitungan yang merupakan selisih pendapatan daerah dikurangi belanja daerah ditambah dengan penerimaan pembiayaan daerah dan dikurangi dengan pengeluaran pembiayaan daerah maka Silpa mencapai Rp57,625 miliar lebih,” ungkap Parosil.

Masih kata dia, selama tahun 2020, APBD Kabupaten Lambar mengalami beberapa kali perubahan dan pergeseran, sebagai akibat terjadinya pandemi Covid-19 yang terjadi sejak akhir tahun 2019. Pandemi ini menuntut pemerintah daerah untuk mengambil langkah pencegahan dan penanganan, melalui kebijakan refocusing anggaran.

Lanjut dia, keberhasilan kinerja pembangunan daerah secara umum dapat dilihat dari capaian indikator makro Pemkab Lambar seperti indeks pembangunan manusia, pertumbuhan ekonomi serta indikator lainnya. “Kabupaten Lambar setiap tahunnya terus bekerja keras untuk meningkatkan kualitas pembangunan di segala sektor,” kata dia. (lus/mlo)



Pos terkait