Parosil Sampaikan Nota Pengantar LPj Tahun 2019

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Bupati Kabupaten Lambar Hi. Parosil Mabsus menyampaikan nota pengantar laporan  pertanggungjawaban (LPj) atas penggunaan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) tahun anggaran 2019 pada saat rapat paripurna yang digelar Ruang Sidang Marghasana DPRD Lambar, Rabu (8/7)

Dalam kesempatan itu, Bupati Parosil Mabsus mengungkapkan, dalam mengelola keuangan daerah, diperlukan kebijakan dan perencanaan yang matang dalam memperoleh sumber pendanaan dan penggunaan dana yang telah diperoleh. 

Bacaan Lainnya



Pemerintah Daerah terus berupaya menggali sumber-sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dimiliki, karena Pemkab Lambar masih menggantungkan sumber pendanaan APBD dari pemerintah pusat melalui dana perimbangan.     

Rasio Dana Perimbangan terhadap total pendapatan sebesar 70,54%. Sedangkan rasio PAD terhadap total pendapatan sebesar 5,81%.

“Pada tahun anggaran 2019 realisasi pendapatan Kabupaten Lambar sebesar Rp1,122 triliun lebih, lebih rendah Rp12,81 miliar lebih dari target sebesar Rp1,135 triliun lebih. Apabila dibandingkan tahun 2018, realisasi pendapatan sebesar Rp1,124 triliun lebih atau mengalami penurunan 0,17 persen,” ungkap Parosil. 

Dipaparkannya, komposisi pendapatan Kabupaten Lambar tahun 2019 terdiri dari pendapatan asli daerah (PAD), pendapatan transfer dan lain-lain pendapatan yang sah. Realisasi PAD tahun 2019 sebesar  Rp65,26 miliar lebih, pendapatan transfer sebesar Rp 989,57 miliar lebih dan lain-lain pendapatan yang sah sebesar  Rp67,46 miliar lebih.

Kemudian, untuk belanja daerah Kabupaten Lambar terdiri dari belanja operasi, belanja modal,  belanja tak terduga dan belanja transfer. Anggaran belanja dan transfer daerah tahun 2019 sebesar  Rp1,174 triliun lebih terealisasi sebesar  Rp1,126 triliun lebih atau 95,91%, dibandingkan dengan tahun 2018 sebesar Rp1,109 triliun lebih mengalami peningkatan  Rp16,2 miliar lebih atau 1,46%.

Lanjut dia, realisasi belanja tahun 2019 tersebut terdiri dari belanja operasi sebesar  Rp719,60 miliar lebih, belanja modal sebesar Rp220,87 miliar lebih dan belanja tak terduga sebesar Rp844,78 juta lebih, transfer bagi hasil ke desa sebesar  Rp1,231 miliar lebih dan transfer/bantuan keuangan sebesar Rp183,46 miliar lebih.

Sedangkan rasio belanja Operasi terhadap total belanja dan transfer sebesar 63,91 % dan rasio belanja modal terhadap total belanja dan transfer sebesar 19,61 %. 

“Pembiayaan adalah transaksi keuangan daerah untuk menutup selisih pendapatan dan belanja daerah tahun berkenaan, dimana realisasi penerimaan pembiayaan adalah sebesar  Rp40,51 miliar lebih dan realisasi pengeluaran pembiayaan sebesar Rp1,55 miliar lebih sehingga Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) tahun 2019 sebesar  Rp35,25 miliar lebih,” tegasnya. 

Lebih jauh Parosil mengungkapkan, pada penjelasan pos-pos neraca digambarkan kondisi mengenai harta atau aset, kewajiban atau hutang dan ekuitas.

Kondisi Aset Pemerintah Kabupaten Lambar tahun 2019 adalah sebesar Rp2,386 triliun lebih jika dibandingkan dengan tahun 2018 yang sebesar Rp2,174 triliun  lebih maka terjadi peningkatan aset sebesar Rp212,30 miliar lebih atau 9,77%.

“Aset yang dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten Lampung Barat sebagian besar terdiri atas aset tetap bersih Rp2,146 triliun  lebih atau 89,94% dari keseluruhan aset yang dimiliki,” pungkas dia. (lus/mlo)



Pos terkait