Parosil Sampaikan Nota Pengantar LPj Tahun 2020

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Bupati Kabupaten Lambar Hi. Parosil Mabsus menyampaikan nota pengantar laporan pertanggungjawaban (LPj) atas pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) tahun anggaran 2020 pada saat rapat paripurna yang digelar Ruang Sidang Maghasana DPRD Lambar, Senin (7/6)

Dalam kesempatan itu, Bupati Parosil Mabsus mengungkapkan, dalam mengelola keuangan daerah, diperlukan kebijakan dan perencanaan yang matang dalam memperoleh sumber pendanaan dan penggunaan dana yang telah diperoleh. 

Bacaan Lainnya

Pemerintah Daerah terus berupaya menggali sumber-sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dimiliki, karena Pemkab Lambar masih menggantungkan sumber pendanaan APBD dari Pemerintah Pusat melalui dana perimbangan. Rasio Dana Perimbangan terhadap total pendapatan sebesar 69,95%, sedangkan rasio PAD terhadap total pendapatan sebesar 6,06%. 

“Pada tahun anggaran 2020 realisasi pendapatan Kabupaten Lampung Barat sebesar Rp1,011 triliun lebih, lebih rendah Rp9,57 miliar lebih dari target sebesar Rp1,02 triliun lebih, bila dibandingkan dengan tahun 2019 realisasi pendapatan sebesar Rp1,122 triliun lebih atau mengalami penurunan sebesar 9.92%,” ungkap Parosil. 

Ia memaparkan, komposisi pendapatan Kabupaten Lampung Barat tahun 2020 terdiri dari PAD, pendapatan transfer dan lain-lain pendapatan yang sah. Untuk realisasi PAD tahun 2020 sebesar Rp61,21 miliar lebih, pendapatan transfer sebesar Rp707,24 miliar lebih dan lain-lain pendapatan yang sah sebesar Rp242,54 miliar lebih.

Kemudian, Belanja Daerah Kabupaten Lampung Barat terdiri dari Belanja Operasi, Belanja Modal, Belanja Tak terduga dan Belanja Transfer. “Untuk anggaran belanja dan transfer daerah tahun 2020 sebesar Rp1,05 triliun lebih terealisasi sebesar Rp984,63 miliar lebih atau 93,61%, dibandingkan dengan tahun 2019 sebesar Rp1,126 triliun lebih mengalami penurunan Rp141,38 miliar lebih atau 12,56%,” bebernya.

Lanjut Parosil, realisasi belanja tahun 2020 tersebut terdiri dari belanja operasi sebesar Rp636,82 miliar lebih, belanja modal sebesar Rp140,86 miliar lebih dan belanja tak terduga sebesar Rp22,10 miliar lebih, transfer bagi hasil ke desa sebesar Rp1,31 miliar lebih dan Transfer/Bantuan Keuangan sebesar Rp183,51 miliar lebih. Sedangkan rasio belanja operasi terhadap total belanja dan transfer sebesar 64,68%dan rasio belanja modal terhadap total belanja dan transfer sebesar 14,31 %. 

“Pembiayaan adalah transaksi keuangan daerah untuk menutup selisih Pendapatan dan Belanja Daerah tahun berkenaan, dimana realisasi penerimaan pembiayaan adalah sebesar Rp35,25 miliar lebih dan realisasi pengeluaran pembiayaan sebesar Rp4,00 miliar sehingga Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) tahun 2020 sebesar Rp57,62 miliar lebih,” tegasnya.

Lebih jauh Parosil mengatakan, kondisi aset Pemerintah Kabupaten Lampung Barat tahun 2020 adalah sebesar Rp2,635 triliun lebih jika dibandingkan dengan tahun 2019 yang sebesar Rp2,386 triliun lebih maka terjadi peningkatan aset sebesar Rp249,01 miliar lebih atau 10,44%.

“Adapun aset yang dimiliki oleh Pemkab Lambar sebagian besar terdiri atas aset tetap bersih Rp2,370 triliun lebih atau 89,97% dari keseluruhan aset yang dimiliki,” tandasnya. (lus/mlo)




Pos terkait