Partinia

Partinia, S.Pd, M.M.

Ketua Tim GLD Lambar

Nama : Partinia, S.Pd, M.M.

Tempat/Tgl/Lahir : Bandarjaya, 3 Juni 1977

Riwayat Pendidikan :

  • SDN 1 Ranjaujaya
  • SMPN 1 Bandarjaya
  • SMAN Poncowati
  • Strata Satu (S1) Universitas Lampung, Fakulas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Jurusan PPKN
  • S2  Universitas Saburai Bandarlampung

Orang Tua

Ayah : Thamrin Bujanggo

Ibu : Rosemary

Suami : Hi. Parosil Mabsus, S.Pd

Anak :

  • Irfan Fadilla Mabsus
  • Sakha Al Rahman Mabsus
  • Padmarini Moeli Ni Mabsus

Sosok Kartini Masa Kini, Terinspirasi dari Bung Karno dan Bung Hatta

Memiliki Kecintaan Membaca Sejak Kecil

“Tokoh yang menginspirasi saya adalah Bung Karno dan Bung Hatta. Banyak hasil karya mereka yang sudah saya baca. Seperti Ir. Soekarno dengan bukunya ‘Dibawah Revolusi’ dan Bung Hatta dengan bukunya ‘Demokrasi Kita, Bebas Aktif, Ekonomi Masa Depan,” Partinia, S,Pd, MM.

PARTINIA mengabdi di Lampung Barat dimulai pada 2002 menjadi Guru Honorer dan Guru Kontrak di SMKN Kebun Tebu. Pada tahun 2003 ia bernasib baik, diterima menjadi PNS ditugaskan di SMPN 1 Gedung Surian, lalu pada tahun 2013, ia bertugas sebagai Pengawas Sekolah di Lampung Barat hingga sekarang.

Masa kecil dan remaja Partinia di Bandar Jaya Lampung Tengah. Semasa masih SD sangat senang membaca majalah Bobo. Setiap terbit rutin dibelikan oleh Ibunda tercinta, majalah Bobo tersebut ia perlakukan dengan sangat hati-hati. Majalah-majalah tersebut ia rawat dengan baik, majalan yang paling ia sukai adalah adalah dongeng ‘Kurcaci Nirmala’ agar tidak terlewatkan setiap edisinya, uang jajan saya tabung.

Setelah selesai dibaca sekalipun, majalah tersebut ia sampul. Mungkin jiwa bisnisnya sudah ada, pada saat majalah sudah terkumpul banyak, ia buka lapak baca di depan rumah. Para peminjam tidak gratis tentu, ia sewakan dengan tarif 25 rupiah.

Disamping menyewakan majalah Bobo, juga menyewakan buku komik Dora Emon, Tom and Jerry, dan buku-buku dongeng lainnya seperti  Bawang Merah dan Bawang Putih, Si Kancil, Mentimun Emas, Si Malin Kundang dan lain-lain.

Pada saat kelas tiga SMP dan SMA ia berlangganan majalah Aneka dan Gadis. Ia teringat dengan sahabat-sahabatnya. Mereka berlangganan majalah-majalah yang terbitannya berbeda, agar bisa bergantian membacanya. Semua itu mereka beli dari hasil menabung, menyisihkan uang jajan, termasuk buku wajib sekolah, ia usahakan membelinya dari hasil menabung.

Sejak kecil ia sudah dibiasakan untuk menabung, dan akan bangga sekali rasanya jika membeli sesuatu hasil dari menabung. Sesuatu yang diraih dengan jerih payah sendiri, sungguh menyenangkan baginya.  Hal inilah yang saat ini saya terapkan kepada anak-anaknya, ia siapkan celengan agar mereka mau menabung, sisa uang jajan mereka. 

Menginjak pada semester kedua di Unila, saya mulai membaca majalah Kartini, Kalau yang ini Gratis atau nebeng membaca. Yang berlangganan adalah Ses (kakak saya).

Latar belakang kecintaan terhadap kegiatan literasi pada umumnya dan pada khususnya di Lampung Barat, pada tahun 2009,  ia bertugas kembali di SMKN Kebun Tebu, dengan kepindahan kembali ke SMKN ini ia ingin menjadi guru yang penuh tantangan.

Ia ingin membagi ilmu tentang Kewarganegaraan dan ia bercita-cita agar Siswa-siswa di kabupaten Lampung Barat mempunyai kesibukan yang positif, sehingga hal-hal yang negatif akan terhindarkan pada mereka. Untuk tercapainya cita-cita tersebut tentu salah satunya adalah kegiatan Literasi.

Sang suami terpilih dan dilantik menjadi Bupati Lampung Barat pada Desember 2017.  Sebelumnya yaitu pada tahun 2016, ia dan suami beserta teman-teman lainnya menginisiasi terbentuknya Ikatan Sarjana Pendidikan Indonesia (ISPI) di Kabupaten Lampung Barat  sang suami sebagai ketua hingga sekarang.

Organisasi ini didirikan sebagai kepedulian kami terhadap dunia pendidikan. Dunia pendidikan tentu berkaitan dengan buku atau baca. Kualitas pendidikan kita yang boleh dikatakan rendah,  baik itu di level Kabupaten, Provinsi, atau bahkan Nasional. Salah satu penyebabnya adalah rendahnya minat baca.

Karena itu, pada saat mencalonkan diri pasangan Hi. Parosil Mabsus dan Hi. Mad Hasnurin dalam visi dan misinya mengajukan tiga rogram unggulan pasangan tersebut, yang salah satunya adalah menjadikan “Lampung Barat Sebagai Kabupaten Literasi.

Pada 11 Desember 2017, Pasangan Parosil Mabsus dan Mad Hasnurin dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Lampung Barat. Tiga bulan setelah dilantik, yaitu tepatnya pada 12  Maret 2018, terbitlah Peraturan Bupati Lampung Barat Nomor 19 Tahun 2018, tentang Gerakan Literasi Daerah (GLD).

Agar terlaksananya apa yang diamanatkan dalam Peraturan Daerah Nomor 19 Tahun  2018  tersebut, pada 2 Mei 2018 Lampung Barat mencanangkan diri sebagai Kabupaten Literasi.

Untuk melaksanakan kegiatan operasional literasi, tentu memerlukan perangkat organisasi. Pada 27 September 2018, Tim Gerakan Literasi Daerah (GLD) Kabupaten Lampung Barat dikukuhkan oleh Bupati Lampung Barat di Pekon/Desa Padang Tambak Kecamatan Way Tenong bersamaan dengan Pencanangan Padang Tambak sebagai Pekon Literasi.

Walaupun usia Gerakan Literasi Daerah (GLD)  yang dipimpinnya baru  berusia seumur jagung, sudah cukup banyak yang sudah dilakukan, terutama kegiatan Tim GLD yang dipimpin Partinia, S.Pd. 

Pada tahun 2018, Tim GLD bersama Tim Penggerak PKK Kabupaten Lampung Barat mengadakan Lomba Paduan Suara ‘Lampung Barat Kabupaten Literasi’ dan Lomba Mendongeng Kolaborasi Ibu dan Anak.

Tahun 2019, Tim GLD  sudah melakukan Senam Literasi bersama di empat sekolah dan dua kecamatan (SDN Way Mengaku, SMPN 1 Liwa, SMPN Sekuting Terpadu, MTsN Liwa, Kecamatan Sukau dan Kecamatan Kebun Tebu), Temu Literasi di SMAN 1 Liwa, dan berpartisipasi pada Focus Group Discution (FGD) Gerakan Literasi bersama Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Lampung Barat untuk menerbitkan Road Map Gerakan Literasi Kabupaten Lampung Barat.

Lalu, kunjungan ke Lamban Baca yang ada di kecamatan (Balikbukit, Way Tenong, Sukau, Lumbok Seminung, Suoh, Bandar Negeri Suoh, dan Sekincau), berpartisipasi pada ajang Millenial Road Safety Festival, dan menerima kunjungan studi pembelajaran tentang Gerakan Literasi dari Kabupaten Way Kanan dan Kabupaten Tanggamus.

Selanjutnya, Pembinaan tentang Literasi di Sanggar Seni Kecamatan (Belalau, Batuketulis, Batubrak, dan Sukau), berpartisipasi pada Gebyar SMPN 1 Batu Brak, dan Audisi Duta Literasi serta Penobatan Duta Literasi.

Lalu, bekerjasama dengan Balai Bahasa Lampung mengadakan kegiatan Pembinaan Komunitas Baca Se-Kabupaten Lampung Barat, menggelar Lapak Baca di  Lapangan Pemkab Lampung Barat, Taman Ham Tebiu, dan Kompleks Kawasan Sekiting Terpadu, dan Pembinaan Literasi di SMPN 3 Liwa.

Kegiatan lain adalah Marok Literasi bersama Penulis Udo Z. Karzi dan Muhammad Harya Ramdhoni, Pengenalan Gerakan Literasi di SMAN 2 Liwa,  Pelantikan Tim GLD sepuluh kecamatan (Sukau, Balik Bukit, Batu Brak, Belalau, Sekincau, Pagar Dewa, Way Tenong, Air Hitam, Gedung Surian, dan Kebuntebu), Lomba Story Telling dan Lomba Paduan Suara Lampung Barat Kabupaten Literasi, serta Seminar dan Work Shop Gerakan Literasi Sekolah.

Agenda selanjutnya adalah Pesta Literasi Anak Lampung Barat 2019, Kunjungan Tim GLD Ke Pondok Pesantren Daruth Tholibin Pemangku Serdang, Kelurahan Way Mengaku, Senam Literasi Pada Peringatan Hari Kesehatan Nasional di Lapangan Pemlkab, Donasi Buku Pada HUT Kopri 2019 di Lapangan Pemkab, Senam Literasi Dalam Rangka Peringatan Hari Ibu Ke-91 Kabupaten Lampung Barat di Lapangan Manunggal Kelurahan Tugu Sari Kecamatan Sumberjaya, Penghargaan/Award Galaxy Super Culture dari Pajar Surya Televisi kepada Bupati Lampung Barat Atas Kontribusi Kebijakan Literasi Dalam Peningkatan Sumberdaya Manusia.

Untuk tahun 2020, Tim GLD Menerima  Kunjungan SMAN 10 Bandar Lampung Dalam Rangka Mempelajari Gerakan Literasi Sekolah Di Lampung Barat, Kunjungan Tim GLD Dalam Rangka Gerakan Literasi Sekolah Ke SMPN Sekuting Terpadu Dan SDN 1 Way Mengaku, serta Pekan Literasi dan Launching 6 Lamban Baca Kecamatan Air Hitam.

Selanjutnya Tim GLD Berpartisipasi Dalam Program Read Me a Book : ASEAN RoK is Reading (15 Januari – 23 April 2020), Gelar Lapak Baca Di Pemkab Lampung Barat, Lomba Menulis Pengelola Lamban Baca, Temu Penulis Yogyakarta Imron Nasri Dengan Guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Tingkat SD dan SMP, Kunjungan Tim GLD Ke lamban Baca Mentari Purawiwitan Kecamatan Kebun Tebu dan Taman Baca Cendekia Kelurahan Tugu Sari Kecamatan Sumber Jaya, dan Lomba Menulis Mendukung Geopark Suoh.

Terakhir, Kunjungan Tim GLD Ke Lamban Baca Pelangi Pekon Ringin Sari, Kecamatan Suoh, Kunjungan Tim GLD Ke SDN1 Pagar Dewa dan SMPN 3 Sukau, Kunjungan Finalis Muli Mekhanai Lampung Barat 2020 Ke Lapak Baca Tim GLD, Pembagian Masker di Pasar Purajaya Kecamatan Kebun Tebu, Pembagian Masker di Pasar Liwa dan Pekon Sukarame Kecamatan Balik Bukit, Bantuan Makanan Dan Vitamin Ke Posko Covid 19 Perbatasan Lambar–OKU Selatan, Pembagian Masker Di Pasar Buay Betanding Kecamatan Sukau, Pembagian Masker Di Pasar Sekincau Kecamatan Sekincau, Pembagian Masker Di Pasar Kamis Pekon Sukananti Kecamatan Way Tenong, Pembagian Masker, Sabun dan Vitamin C Di Pekon Sukajadi  dan Posko Perbatasan Lambar – Tanggamus Di Pekon Rowo Rejo Kecamatan Suoh, dan Pembagian Masker Di Pasar Sumber Alam Kecamatan Air Hitam. 

Capaian, penghargaan, dan prestasi Partinia di bidang literasi dan bidang lainnya pada peringatan Hari Perempuan Internasional 8 Maret  2019, Voice of America  (VOA) melalui situs resminya www. Voaindonesia.com menampilkan sebuah galeri foto tentang Perjuangan para Wanita hingga pada saat hari H peringatan tersebut. Ada delapan foto yang ditampilkan pada galeri tersebut, salah satu dari kedelapan foto tersebut adalah foto Partinia Parosil Mabsus ‘Bunda Literasi’ Lampung Barat yang gigih mengkampanyekan Gerakan literasi, menghidupkan pojok baca, rumah baca, dan banyak lainnya, untuk kembali mensosialisasikan budaya membaca dan menulis di kalangan masyarakat.

Sementara, untuk kendala-kendala yang dihadapi selama melakukan kegiatan literasi di Lambar menumbuhkan kembali minat dan daya baca yang memang cenderung rendah di masyarakat. Masyarakat lebih suka nonton TV dan Gadget.

Hal-hal yang belum terwujud pada kegiatan literasi Lambar, yakni menerbitkan buku hasil karya anak-anak Lampung Barat, membentuk kelompok sains di kecamatan-kecamatan yang menunjang pengembangan literasi di Lampung Barat, perpustakaan pekon yang memenuhi standar pepustakaan nasional dan memberikan penghargaan ‘Sulaiman Rasjid Award’ kepada penggiat literasi.

Partinia berharap tumbuh dan kembangnya budaya literasi pada ekosistem pendidikan mulai dari keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam rangka pembelajaran sepanjang hayat sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas hidup. (adv/jen/mlo)