Pasar di Lampura Dijamin Aman Covid-19

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Pasar tradisional dan modern di wilayah Kabupaten Lampung Utara (Lampura), dijamin aman dari penyebaran covid-19. 

Hal tersebut ditegaskan Kadis Perdagangan Lampura, Hendri. Kadis yang baru dilantik ini mengatakan, 

Bacaan Lainnya



kondisi terkini di tengah new normal, terpantau masih relatif sepi. Meski telah ada pelonggaran ketentuan anjuran sosial distancing, namun itu belum berimbas peningkatan pendapatan pedagang di sejumlah pasar disana.

“Jadi disana (pasar *red), masih demikian. Hasil dari pantauan kami di lapangan, apalagi di tengah new normal. Sehingga sedikit banyak berimbas pada pasar, khususnya para pedagang disini,” kata Hendri, usai meninjau pasar pagi Kotabumi, Kamis (9/7).

Menurutnya, dengan kondisi demikian diperlukan hal yang dapat menjamin keberadaan aktivitas perekonomian. Sehingga terjadi hal positif yang dapat mendukung perekonomian masyarakat. 

“Itu yang kita lihat, banyak diantaranya masih mengeluhkan sepinya pembeli. Apalagi di tengah anjloknya harga hasil pertanian yang notabene adalah profesi umum digeluti masyarakat,” kata dia.

Oleh karena itu, pihaknya menegaskan akan memastikan kondisi tetap aman di sejumlah pasar. Hingga geliat perekonomian di pasar dapat dinamis, bergerak sesuai harapan bersama. 

“Ya selain covid-19, juga didukung faktor menjadi kendala harga komoditas pertanian menurun. Tapi kita disini tak kehabisan akal, untuk menjadi stimulus kita akan pastikan warga beraktivitas aman, dari penyebaran corona. Dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan sebagaimana diarahkan pemerintah, sehingga mereka (penduduk) tidak was-was beraktivitas,” terangnya.

Selain melalui sosialisasi akan pentingnya melaksanakan protokol kesehatan, sambung Hendri, mulai dari memakai masker, menjaga jarak serta menyediakan tempat mencuci tangan.

Pihaknya pun akan melakukan langkah preventif di lapangan, seperti menggandeng gugus tugas guna memastikan pelaksanaan di lapangan dapat berjalan dengan baik.

“Coba kita rumuskan itu, tapi tadi pantauan di lapangan kita akan benahi dulu prasarana pendukung aktivitas normal di tengah pandemi seperti yang disarankan pemerintah, sehingga terhindar dari penyakit yang belum ada obatnya ini,” pungkasnya.

Sementara itu, beberapa pedagang mengeluhkan sepinya pengunjung pasar. Salah satunya Firdaus (45), menurutnya meski pemerintah telah melonggarkan kebijakan aktivitas sosial di tengah pandemi. Namun, di lapangan masih terpantau sepi, selain faktor pandemi, hal ini juga didukung ekonomi masyarakat yang tengah lesu.

“Jadi itu, meski telah normal aktivitas tapi pembeli masih kurang. Harapan kami semoga pemerintah dapat membantu mendorong peningkatan ekonomi warga, dengan meningkatkan harga komoditas pertanian disini. Karena sebagian besar warga menggantungkan hidupnya disana,” kata dia. (ozy/mlo)



Pos terkait