Pasar Pagardewa Diresmikan, Pedagang Mulai Manfaatkan Fasilitas

  • Whatsapp
Ketua TP-PKK Kabupaten Lampung Barat Partinia Parosil Mabsus melakukan pemotongan pita tanda peresmian Pasar Tradisonal di pekon Pagardewa, Kecamatan Sukau, Selasa (10/3). - Foto Edi/mlo

Medialampung.co.id – Pembangunan pasar hasil program revitalisasi di Pekon Pagardewa, Kecamatan Sukau, Kabupaten Lampung Barat telah di resmikan Bupati Hi. Parosil Mabsus, Selasa (10/3).

Dalam kesempatan itu, Parosil menyempatkan berkeliling untuk memantau aktivitas pedagang yang mulai memanfaatkan fasilitas yang dibangun dari anggaran pemerintah pusat pada tahun 2019 lalu tersebut.

Bacaan Lainnya



Dalam arahannya, Parosil mengingatkan agar pasar dapat dikelola dan dirawat dengan baik oleh masyarakat setempat.

Sehingga selain bisa membantu para pedagang di pekon, pasar ini juga bisa dijadikan sebagai sarana peningkatan perekonomian masyarakat untuk terciptanya kesejahteraan masyarakat.

“Terimakasih kepada Diskoperindag, sehingga pasar ini bisa terealisasi. Semoga pasar ini bisa menjadi tempat berkumpulnya para pedagang. Dengan adanya pasar ini juga dapat meningkatkan perekonomian pekon,” ujarnya.

Lanjut dia, meski pasar rakyat ini pasar tradisional, namun manajemen pasar kedepannya tetap harus memperhatikan aspek kebersihan, keamanan, dan kenyamanan lingkungan sehingga kesan pasar tradisional yang kumuh, kotor, bisa dihindari.

Penataan juga diharap bisa dilakukan dengan maksimal sehingga setara dengan pasar modern

“Kita berharap masyarakat bisa merasakan manfaat Pasar Pagardewa ini dalam jangka panjang. Rasa aman dan nyaman dalam bertransaksi baik bagi pedagang maupun pembeli diharapkan dapat terus terjaga,” harapnya.

Sementara, Kabid Pengelolaan dan Pengembangan Pasar  Salaffudin, S.I.P., mendampingi Kepala Diskoprindag Yudha Setiawan, S.Ip., menambahkan bahwa pembangunan pasar rakyat atau revitalisasi pasar rakyat merupakan program nasional. Yang termasuk yang dilakukan di Lambar.

“Saat ini gedung dan sarana prasarana pasar ini telah dilengkapi dengan 12 kios dan dua los pasar, kehadiran program revitalisasi pasar dari pemerintah pusat itu juga mendapat respon yang antusias dari masyarakat maupun pedagang di wilayah setempat,”imbuhnya

Menurutnya, program revitalisasi pasar tradisional yang digulirkan pemerintah tersebut dilakukan untuk mendorong peningkatan daya saing dari segi pembangunan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada para konsumen. 

Sebab, kata dia, pasar tradisional sudah mulai nampak kalah bersaing dengan pasar modern. Dan jika ini terus dibiarkan, maka lama kelamaan pasar tradisional akan ditinggalkan oleh masyarakat.

“Adanya program ini untuk memberikan nilai lebih terhadap pasar tradisional yang menjadi pusat perekonomian rakyat di pelosok pekon supaya pasar ini memiliki daya tarik. Sebab pasar hasil revitalisasi menghapus kesan pasar tradisional dari kesan becek, bau dan kumuh menjadi rapi, bersih dan segar,” imbuhnya.

Ia menambahkan bahwa program revitalisasi pasar menjadi salah satu program prioritas Kementerian Perdagangan.

Sebab tujuannya untuk meningkatkan daya saing pasar rakyat, mulai dari segi kenyamanan berbelanja maupun kepastian kualitas, dan kuantitas barang yang diterima oleh masyarakat. (edi/mlo)



Pos terkait