Pasar Pemda Ditutup, Pedagang Buka Lapak di Pinggir Jalan

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Penutupan Pasar Pemda di Km 2 Blambangan Umpu secara mendadak oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Indag) Kabupaten Waykanan membuat masyarakat menjadi kelimpungan untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari.

Namun ternyata para pedagang tidak kehabisan akal, mereka menggelar dagangan mereka di ruang-ruang kosong di luar pasar dan dengan menggunakan protokol kesehatan semampunya. 

Bacaan Lainnya

“Bagaimana kami mau pulang pak karena dagangan kami ini sayur-sayuran ini kalau tidak kami jual pasti akan layu dan rusak gimana hal itu akan membuat kami rugi besar jadi terpaksa kami tetap menggelar dagangan kami di pinggir jalan. Namun kami minta kepada pembeli agar tetap jaga jarak dan memakai masker kami berharap petugas juga dapat bijaksana karena kami pun baru tahu kalau pasar Km 2 ini ditutup setelah kami sampai di sini,” ujar Joko, penjual sayuran yang datang dari Baradatu. 

Pernyataan Joko tersebut turut dibenarkan oleh Nardi, penjual tempe yang datang dari Bukit Kemuning Lampung Utara. Menurut Nardi, hingga Selasa (13/7) malam pihaknya mendapat informasi kalau pasar Km 2 Blambangan Umpu tetap buka.

“Setelah penutupan pasar Simpang 4 Negeri baru dan  kami  mencari informasi tentang pasar Km 2 Blambangan Umpu dan katanya pasar Km 2 Blambangan Umpu tetap buka makanya kami kesini, ternyata setelah sampai pasar tutup, mau gimana lagi,” ujar Nardi 

Ternyata selain ruang kosong yang ada di pinggir jalan sepanjang jalan protokol ibukota Waykanan tersebut, para pedagang juga akhirnya menggelar dagangan mereka di pasar kecil/pasar tempel yang ada di perbatasan antara Kelurahan Blambangan Umpu dan Kampung Lembasung, di mana tentu saja hal itu disambut hangat oleh warga setempat yang kecewa dengan penutupan pasar Km 2 Blambangan Umpu secara mendadak. 

“Syukurlah pada pedagang membuka lapak di pasar tempel ini kalau tidak mau kemana lagi kami mencari kebutuhan hidup sehari-hari. Yang menjadi pertanyaan besar bagi saya adalah Mengapa pemerintah melarang pedagang kecil untuk berjualan sementara Indomaret maupun Alfamart tetap dibiarkan buka padahal nyata-nyata Indomaret dan Alfamart tersebut juga membuat orang berkumpul dan menumpuk Cek saja di dalamnya dan bahkan terkadang air galon untuk cuci tangan yang ada di depan Indomaret atau alfamart itu tidak berisi dan tidak ada Sabunnya,” ujar Eka Firman, salah satu warga setempat.

Menurut Eka, para pedagang tersebut tidak bisa disalahkan karena masyarakat juga perlu memenuhi kebutuhan mereka. 

“Tidak perlu dibubarkan pasar tempel ini, yang penting prokesnya dijalankan,” imbuhnya.(sah/mlo)


Pos terkait