Pasca Beredarnya Video Siswa Berjoget, Kepala SDN 1 Padangcahya Mengundurkan Diri

  • Whatsapp

Medialampung.co.id, BALIKBUKIT – Pasca beredarnya video sejumlah siswa SDN 1 Padangcahya Kecamatan Balikbukit Kabupaten Lambar yang berjoget diatas panggung dengan diiringi musik remik yang viral di media sosial (medsos). Kepala SDN 1 Padangcahya Rosidawati, mengajukan pengunduran dirinya kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Senin (6/5/2019).

Surat pengunduran diri sebagai kepala sekolah itu disampaikan langsung oleh Rosidawati kepada Sekertaris Disdikbud Ahmad Syukri didampingi Kabid Pembinaan Ketenagaan Tati Sulastri, S.Sos.

“Demi kelancaran satuan pendidikan dan demi kesehatan, hari ini (kemarin”Red) saya mengajukan surat pernyataan pengunduran diri saya sebagai Kepala SDN 1 Padangcahya. Pengunduran diri ini murni dari saya, jadi tidak ada paksaan atau perintah dari siapa pun, ” ujar Rosidawati

Dijelaskannya, kronologisnya pada Sabtu (3/5/2019) SDN 1 Padangcahya mengadakan perpisahaan pelepasan siswa kelas VI, dan selesai acara perpisahan pihak sekolah bersama anak-anak membereskan lokasi perpisahan, dan ada hiburan. “Waktu itu saya masuk ke ruangan untuk makan dan saya dengar ada seorang guru bernyanyi dan diiringi nada remik dan anak-anak sudah diatas panggung berjoget. Saya langsung minta kepada pak Tambat untuk menghentikan musik tersebut dan anak-anak kemudian turun dari atas panggung, “ujar dia

Seraya menambahkan, dirinya tidak menyangka bahwa video anak-anak berjoget tersebut ada yang memviralkan di medsos. “Saya kaget setelah ada yang menghubungi saya, untuk memberitahuan perihal video tersebut. Saya tidak tahu kejadian itu, namun sebagai bentuk pertanggungjawaban karena kelalaian saya maka saya siap mengundurkan diri, ucapnya.

Sementara itu, Kabid Pembinaan Ketenagaan Tati Sulastri, S.Sos membenarkan bahwa Kepala SDN 1 Padangcahya Rosidawati mengajukan pengunduran diri dari jabatannya. “Surat pengunduran ibu Rosidawati sudah kita terima dan besok (hari ini, Red) akan kita buatkan surat perintah tugas (SPT) untuk ditempatkan sebagai guru biasa di SDN 3 Padangcahya karena di sekolah tersebut saat ini masih kekurangan guru,” ujar Tati. (lus/mlo)



Pos terkait