Pasca MoU Pemanfaatan KUAT, BUMD Pesbar Gandeng Investor

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar) melalui Dinas Koperasi, UKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) pada 19 Agustus 2020 lalu telah menjalin kerjasama penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT.Krui Sukses Mandiri (Perseroda) yang merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pesbar.

Penandatanganan MoU yang telah dilaksanakan itu tentang pemanfaatan barang milik daerah di Kawasan Usaha Agro Industri Terpadu (KUAT) di Pekon Marang, Kecamatan Pesisir Selatan, dengan masa berlaku selama satu tahun dimulai Oktober 2020 mendatang.

Bacaan Lainnya



Kadis Koperindag Pesbar, Herizan, S.E, M.M., melalui Sekretaris Abdul Halim, S.E., mengatakan bahwa lokasi KUAT yang merupakan aset Pemkab Pesbar di Pekon Marang dengan luas sekitar 10 hektar itu sebelumnya memang dimanfaatkan untuk pengolahan sabut kelapa.

Karena itu, untuk memaksimalkan potensi sumber pendapatan daerah kini pengelolaan lokasi KUAT itu akan dilakukan oleh BUMD Pesbar, dengan harapan kedepan bukan hanya untuk pengolahan sabut kelapa saja melainkan untuk produk turunan lainnya seperti minyak kelapa, tepung kelapa dan sebagainya.

“Penandatangan MoU antara Pemkab melalui Diskoperindag dengan BUMD sudak kita dilaksanakan, mudah-mudahan kedepan KUAT itu bisa berkembang dengan maksimal,” kata dia didampingi Kabid Perindustrian, Yudi Era Seda, S.T, M.M., Selasa (15/9).

Dijelaskannya, ada beberapa poin yang disampaikan dalam penandatangan MoU itu antara lain pemanfaatan KUAT dengan sistem sewa dan pihak BUMD wajib mengeluarkan sharing profit. Sedangkan, dalam pelaksanaannya itu berlaku efektif mulai Oktober 2020 mendatang. Untuk sewa dilakukan per bulan dengan besaran Rp7,5 juta, artinya itu akan masuk sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), sedangkan terkait dengan sharing profit dengan besaran 35 persen dari keuntungan bersih.

“Sharing profit itu diluar dari sewa yang juga nantinya harus dipenuhi oleh BUMD dalam hal ini PT.Krui Sukses Mandiri, jika sudah memiliki keuntungan dari pemanfaatan KUAT tersebut,” jelasnya. 

Sementara itu, Direktur Utama PT.Krui Sukses Mandiri, Adilatama Belapasya, mengatakan bahwa pasca MoU dengan Pemkab melalui Diskoperindag Pesbar, hingga kini pihaknya masih melakukan persiapan untuk menjalin kerjasama dengan investor yang akan membantu dalam pendirian mesin pengolahan sabut kelapa. 

“Nanti akan dimulai dengan pendirian mesin coco fiber dan coco chip,” katanya.

Bahkan, kata dia, sampai hari ini masih dalam tahap pembahasan kontrak kerjasama dengan investor, rencananya BUMD dalam hal ini PT.Krui Sukses Mandiri akan melakukan joint venture (JV) dengan PT. Petani Kakao Lampung. Sehingga nanti akan membentuk satu perusahaan bersama yang kepemilikan dan pengelolaannya dilakukan bersama.

“Target kami sampai akhir September 2020 ini sudah clear untuk JV dan pendirian mesin pengolahan sudah berjalan dan pada pertengahan Oktober 2020 mendatang selesai,” jelasnya.

Ditambahkannya, setelah semuanya selesai maka baru bisa dimulai produksi. Karena tidak hanya bahan baku, tapi sampai dengan produk barang jadi yang akan diolah, hasilnya akan di ekspor ke luar negeri. 

“Terlebih investor kita salah satunya juga merupakan eksportir barang jadi olahan dari sabut kelapa,” pungkasnya.(yan/d1n/mlo)



Pos terkait