Pasien KIS Keluhkan Ongkos Ambulance di Puskesmas Pajarbulan

  • Whatsapp
Ilustrasi

Medialampung.co.id – Lagi-lagi mencuat keluhan pasien mengenai masalah penarikan biaya ambulance di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Rawat Inap Pajarbulan, Kecamatan Waytenong, Kabupaten Lampung Barat (Lambar).

Kali ini, keluhan datang dari keluarga pasien, Elfrida Suryani, warga Pekon Mutaralam. Dikatakan, salah satu keluarganya Samsul Bahri, melakukan pengobatan pada Jum’at pekan kemarin di Puskesmas Rawat Inap Pajarbulan menggunakan kartu asuransi kesehatan berupa Kartu Indonesia Sehat (KIS). Karena kondisi sakitnya sudah cukup parah, pihak puskesmas menyarankan untuk dirujuk ke rumah sakit.

Bacaan Lainnya



Singkat cerita akhirnya pasien dirujuk ke Rumah Sakit Medika Insani Hujan Emas Bukitkemuning, Kabupaten Lampung Utara (Lampura), hal itu karena dianggap jangkauan ke rumah sakit tersebut lebih dekat ketimbang ke Rumah Sakit Alimudin Umar Liwa.

Namun karena status keluarga tidak mampu, maka untuk melakukan pengobatan ke rumah sakit tidak mungkin menggunakan mobil pribadi, sehingga digunakanlah ambulance puskesmas yang memang disediakan pemerintah untuk mengantar jemput pasien.

Akan tetapi untuk mengantar pasien tersebut pihak puskesmas meminta ongkos antar senilai Rp400 ribu. Dimana biaya itu terpaksa dikenakan lantaran jam antar (rujuk) sudah diluar waktu pengunaan KIS. “Dikatakan petugas, terpaksa dikenakan biaya ambulance karena jam KIS sudah habis,” sebutnya.

Pihaknya juga menyebutkan sebelumnya, orang tua dari keluarga itu meninggal dunia di puskesmas tersebut, lalu diantarkan menggunakan ambulance puskesmas ke rumah duka yang hanya berjarak beberapa ratus meter, namun dimintai ongkos hingga Rp200 ribu.

Namun sayang hingga berita ini diturunkan pihak puskesmas belum bisa dimintai keterangan prihal keluhan tersebut. Saat dihubungi via handphone 0857-8378-XXXX Kepala Puskesmas Pajarbulan, Yeti Susanti, S.St, M.Kes belum merespon. (ius/mlo)



Pos terkait