Pasokan Berkurang, Harga Cabai Tembus Rp70 Ribu/Kg

  • Whatsapp
Kabid Perdagangan Diskoperindag Lambar Sri Hartati, S.Sos, M.M

Medialampung.co.id – Harga cabai merah keriting yang di jual para pedagang di Kabupaten Lambar makin pedas yaitu tembus Rp60 ribu-Rp70 ribu/kilogram. Hal itu sesuai dengan hasil pantauan Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskoprindag) di Pasar Liwa Kecamatan Balikbuki, Selasa (14/1).

“Hasil pantauan kita di Pasar Liwa, harga cabai merah keriting mengalami kenaikan  sekitar Rp10.000-Rp20.000/Kg dari harga sebelumnya yang hanya Rp50.000/Kg,” kata Kabid Perdagangan Sri Hartati, S.Sos, M.M., mendampingi Kepala Diskoprindag Drs. Ahmad Hikami, di Ruang Kerjanya, Rabu (15/1).

Bacaan Lainnya


Kenaikah harga cabai tersebut, menurut Sri, hal itu disebabkan karena pasokan dari petani berkurang akibat faktor cuaca yang saat ini memasuki musim penghujan sehingga banyak petani yang mengalami gagal panen.

“Pasokan cabai dari petani berkurang, sehingga mau tidak mau harganya naik. Langkah yang akan kita lakukan yaitu akan terus melakukan pemantauan di pasar, jika perlu kita akan segera berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait yaitu Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura karena mereka yang punya petani dan lahan,” tegasnya.

Di musim penghujan seperti ini, kata Sri, tanaman cabai dan tomat rentan terserang penyakit dan cepat membusuk. “Beberapa waktu lalu, untuk harga bawang merah dan bawang putih juga mengalami kenaikan akibat pengaruh banjir di Pulau Jawa namun saat ini harganya berangsur turun,” imbuhnya.

Sementara  Pedagang cabai di Pasar Liwa Yani, mengatakan, harga cabai saat ini belum stabil. “Untuk cabai merah keriting kita menjual Rp60.000/Kg-Rp70.000, dan cabai rawit Rp50 ribu/Kg, naiknya harga cabai ini karena stok dari petani terbatas sementara permintaan konsumen meningkat,” ungkap dia

Untuk cabai merah, lanjut dia, dirinya membeli dari petani harganya sudah mahal,  itu pun barangnya hanya sedikit, karena petani yang panen hanya sedikit. “Kita juga perlu mengeluarkan biaya transportasi, sehingga mau tidak mau kita menjual cabai dengan harga mahal, sebab dari sananya juga sudah mahal,” pungkas dia (lus/mlo)



Pos terkait