PBB Lambar Baru Terealisasi 2,27 Persen

  • Whatsapp
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Drs. Daman Nasir, M.P.

Medialampung.co.id  –  Pemkab Lambar tahun ini menargetkan pendapatan daerah yang bersumber dari pajak bumi dan bangunan (PBB) sebesar Rp4,3 miliar lebih namun hingga kemarin, Senin (11/5) baru terealisasi Rp97,7 juta lebih atau 2,27 persen.

”Sejauh ini PBB baru terealisasi 2,27 persen dan 15  kecamatan sudah mulai melakukan pembayaran. Bahkan untuk PLN dan Lampung Hydro Energi untuk PBB-nya telah lunas 100 persen,” ujar  Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Drs. Daman Nasir, M.P, Senin (11/5).

Bacaan Lainnya



Dipaparkannya, target PBB sebesar Rp4,3 miliar lebih itu rinciannya  Kecamatan Balikbukit Rp514 juta lebih baru terealisasi Rp1,2 juta lebih (0,24 persen), Kecamatan Sukau Rp215 juta lebih baru terealisasi Rp38 juta lebih (17,90 persen), Kecamatan Lumbokseminung Rp129 juta lebih baru terealisasi Rp509 ribu (0,39 persen),  Kecamatan Sumberjaya Rp293 juta lebih baru terealisasi Rp17,500 (0,01 persen, Kecamatan Kebuntebu Rp210 juta lebih baru terealisasi Rp56 ribu (0,03 persen), Kecamatan Waytenong Rp325 juta lebih baru terealisasi Rp236 ribu (0,07 persen), Kecamatan Airhitam Rp175 juta baru terealisasi Rp95 ribu (0,05 persen) , serta Kecamatan Belalau Rp140 juta lebih baru terealisasi Rp148 ribu (0,11 persen). 

Lalu, Kecamatan Batuketulis Rp242 juta lebih baru terealisasi Rp325 ribu (0,013 persen),  Kecamatan Sekincau Rp181 juta lebih baru terealisasi Rp17,500 (0,01 persen), Kecamatan Pagardewa Rp364 juta lebih baru terealisasi Rp34 ribu (0,01 persen), Kecamatan Batubrak Rp173 juta lebih baru terealisasi Rp1,3 juta lebih (0,76 persen), Kecamatan Suoh Rp298 juta lebih baru terealisasi Rp17,500 (0,01 persen), Kecamatan Bandarnegeri Suoh Rp560 juta lebih baru terealisasi Rp40 juta lebih (7,31 persen), Kecamatan Gedungsurian Rp241 juta lebih baru terealisasi Rp38 ribu (0,02 persen).

Selanjutnya, menara Rp155 juta lebih baru terealisasi Rp9 juta lebih (5,97 persen),  PLTA target Rp79 juta lebih belum ada realisasinya, PLN target Rp3 juta lebih telah terealisasi 100 persen dan Lampung Hydro Energy Rp1,5 juta lebih telah terealisasi 100 persen. 

”Untuk jatuh tempo pelunasan PBB untuk sementara tetap 30 September, jadi kita berharap sebelum jatuh tempo seluruh kecamatan telah melunasi target PBB-nya. Hal itu guna menghindari adanya denda,” pungkas dia. (lusi/mlo)



Pos terkait