PCNU Lambar akan Gelar Diklat PKPNU ke-I

  • Whatsapp
Ketua PCNU Lambar Hi. Muhammad Danang Harisuseno, S.Ag, MH.

Medialampung.co.id – Pimpinan Cabang  Nadhlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Lampung Barat akan menggelar Diklat Pendidikan Kader Penggerak NU (PKPNU) ke I. Agenda yang akan dihelat pada 25-27 Juni ini akan dipusatkan di Pondok Pesantren Al-Ittihad Air Putih Kecamatan Waytenong.

Ketua PCNU Lambar Hi. Muhammad Danang Harisuseno, S.Ag, MH., mengungkapkan, Diklat PKPNU tersebut merupakan yang pertama kali dilaksanakan di Lambar sejak adanya kepengurusan NU di Lambar dan akan diikuti oleh para pengurus baik dari jajaran pengurus cabang, ranting, maupun dari para kader lainnya.

Bacaan Lainnya

PKPNU ini merupakan langkah konkrit bagi PCNU untuk mencetak kader-kader NU yang berkualitas dan mampu untuk memahami tata kelola organisasi dengan baik dan benar sebagai modal untuk mengembangkan NU agar menjadi organisasi yang berdaya guna.

“Selain itu juga sebagai upaya mengkader para calon pimpinan NU melalui kegiatan yang terarah dan terukur supaya bisa memberikan manfaat dan dampak positif bagi perkembangan PCNU kedepan. Karena kemajuan NU ke depan juga berada di tangan para pengurus dan kader-kader muda NU,” terangnya. 

Terusnya, pendidikan ini diadakan dalam rangka memberikan bekal dan wawasan khazanah keilmuan yang luas khususnya dalam bidang ke NU an yang berpaham Ahlussunnah Wal Jamaah. 

Harapannya, lanjut Danang, kader NU mampu melestarikan tradisi dan nilai-nilai perjuangan yang dilanggengkan oleh para masyayikh pendiri NU. Terlebih belakangan ini banyak bermunculan ajaran atau kelompok radikal yang mencoba menyerang ajaran-ajaran NU yang dianggap menghalang-halangi langkah dan gerakan ajarannya.” 

“Tujuan lainnya untuk memberikan wawasan pengetahuan yang mendalam tentang pemahaman Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja), keorganisasian, wawasan global, spiritual, serta penguatan tentang maraknya bahaya radikalisme, fundamentalisme,” tambahnya. 

Selanjutnya, kaderisasi adalah salah satu hal terpenting dalam proses pengembangan organisasi. Tanpa kaderisasi, organisasi bertumbuh dengan sendirinya tanpa adanya pemahaman yang sama tentang visi dan misi organisasi di antara para kader.

“Fungsi dari jam’iyyah (organisasi) NU yang terpenting adalah melindungi jamaahnya. Bila jam’iyyah tak mampu melindungi kesatuan dan cita-cita jamaahnya, maka organisasi telah kehilangan arti pentingnya. Untuk itu semua pengurus dan badan otonom cabang diwajibkan untuk ikut dalam pendidikan ini supaya ada pemahaman yang sama tentang  visi dan misi organisasi,” tegasnya. (nop/mlo)


Pos terkait