PD Pesagi Mandiri Perkasa Bertahan Hidup dari Jual Gas 

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Perusahaan Daerah Pesagi Mandiri Perkasa (PD PMP) Kabupaten Lampung Barat, yang dalam pendiriannya digadang-gadang akan menjadi perusahaan besar dan mampu menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) ternyata kondisinya kini makin mengkhawatirkan, wajar ketika perusahaan plat merah tersebut disebut sebagai perusahaan yang hidup segan mati tak mau.

Core Bisnis (Bisnis Utama/Induk) perusahaan saat ini hanya melaksanakan perdagangan umum berupa menjual gas elpiji serta melaksanakan operasional perusahaan berupa penagihan piutang investasi. Hal tersebut diungkapkan Bupati Lambar Hi. Parosil Mabsus.

Bacaan Lainnya



Menurut dia, terkait kondisi BUMD PMP bahwa saat ini dipimpin oleh seorang pelaksana tugas Direktur (Plt) dikarenakan pada bulan Februari 2019 yang lalu jabatan Dewan Direksi periode 2014–2019 telah berakhir. 

”Sejauh ini Perusahaan Daerah Pesagi Mandiri Perkasa belum mampu memberikan manfaat secara signifikan kepada masyarakat, oleh karenanya dengan kondisi yang ada saat ini Pemerintah Daerah sedang mengupayakan untuk dilakukan restrukturisasi dan rekonstruksi baik sisi bisnis maupun management perusahaan yang sesuai dengan amanat 7 Peraturan Pemerintah No.54/2017 Tentang Badan Usaha Milik Daerah,” ujarnya.

Terusnya, terkait dengan hasil audit kinerja dan keuangan telah dilakukan audit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) yang dimulai sejak tahun 2015 s/d 2019 dengan hasil  tahun 2015 memperoleh opini WTP, 2016 memperoleh predikat opini WDP, 2017 memperoleh opini WTP,  2018 memperoleh opini WDP dan 2019 memperoleh predikat opini Tidak Wajar.

Sebelumnya, Anggota Fraksi Demokrat Lina Marlina mempertanyakan terkait dengan kondisi PD PMP, serta proses serta manfaat yang sudah dirasakan untuk Lambar. Pertanyaan serupa juga dilontarkan Ketua Fraksi Partai Golkar Ismun Zani, yang juga mendesak pemerintah daerah memiliki langkah  konkrit dalam mencarikan solusi untuk  menentukan nasib dari PD PMP. (nop/mlo)



Pos terkait