Pedagang Bandel Buat Satgas Covid-19 Waykanan Geram

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Kebiasaan buruk para pedagang yang membandel tidak menggunakan masker sebagaimana dianjurkan oleh pemerintah di masa pandemi corona membuat M. Nazori, salah satu petugas penegak disiplin tim gugus tugas Waykanan geram, apalagi si pedagang selain tidak menggunakan masker juga dengan santainya merokok di tengah pasar. 

“Coba kamu itu agamanya apa? Sama sekali tidak menghargai orang yang berpuasa, semestinya kalau kamu bukan orang muslim kamu harga orang yang sedang berpuasa, silahkan makan, minum atau merokok ditempat yang tertutup,” ujar M. Nazori yang semakin kesal karena ternyata orang yang merokok itu juga muslim. 

Bacaan Lainnya

Untungnya saat Nazori hendak menghukum pedagang tersebut dengan Push Up, lewat Ustad Hi. Baheram yang mengingatkan agar pedagang tersebut harus menyadari dari hati untuk mentaati protokoler kesehatan, apalagi para pedagang tersebut datang dari OKU Timur yang saat ini sedang zona merah. 

“Coba anda pikir, anda merokok di hadapan orang banyak seakan akan menantang aturan Tuhan yang meminta kita berpuasa, kemudian anda juga tidak menggunakan masker artinya anda menantang aturan pemerintah. Nah, kalau aturan Tuhan dan Aturan Pemerintah sudah anda lawan, saya tidak tahu saat ini anda ada pada posisi lagi dimana. Jadi untuk apa dihukum push up, besok juga mengulangi lagi. Tapi nanti kalau sudah kena cubit covid mungkin baru ia sadar,” ujar Ustad Baheram. 

Pada kesempatan yang sama Hipni Hasan tokoh masyarakat setempat juga sangat menyayangkan bandelnya para pedagang dengan tidak menggunakan masker karena mereka berinteraksi bukan hanya dengan masyarakat Blambangan Umpu saja namun juga dengan masyarakat dari berbagai kecamatan lainnya. 

“Mereka itu kan pedagang yang setiap hari berkeliling ke pasar-pasar tradisional sehingga sangat dimungkinkan mereka menjadi salah satu penyebab lonjakan kasus Corona di Waykanan, oleh karena itu saya selaku masyarakat meminta pada aparat yang berkompeten untuk benar-benar memberikan sanksi yang tegas bahkan kalau bisa jangan boleh dulu dia buka lapak dagangannya sehingga hal itu dapat menjadi contoh untuk pedagang lain yang yang sudah melaksanakan protokoler kesehatan. Pembelinya sudah menggunakan masker tetapi pedagangnya yang datang dari zona merah justru hanya menjadikan masker hiasan di leher saja. Kalau kami masyarakat menegur mereka marah-marah,” ujar Hipni Hasan atau biasa dipanggil Batin Peni. 

Diterangkan dalam dua minggu terakhir terjadi lonjakan kasus Covid-19 yang cukup signifikan di Waykanan khususnya di Blambangan Umpu, sehingga membuat masyarakat harap-harap cemas menghadapi perayaan Idul Fitri.(wk1/mlo)


Pos terkait