Peduli Korban Kebakaran, Karang Taruna Pekon Hujung Galang Dana 

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Pemuda-pemudi yang tergabung dalam karang taruna Pekon Hujung, Kecamatan Belalau, Kabupaten Lampung Barat melaksanakan kegiatan penggalangan dana untuk membantu meringankan beban korban musibah kebakaran yang terjadi di Pemangku III Pekon setempat pada Selasa (17/11) lalu. Penggalangan dana dibuka pasca kejadian dan akan ditutup pada Sabtu (21/11).

Ketua Karang Taruna Hujung Ridwan S.E, mengatakan kegiatan ini merupakan inisiatif sebagai bentuk kepedulian anak-anak muda untuk membantu meringankan beban salah satu warga yang terkena musibah kebakaran.

Bacaan Lainnya


“Dalam kegiatan ini telah terkumpul sejumlah uang dan bantuan berupa barang lainnya yang akan kami serahkan kepada warga yang mengalami musibah, mudah-mudahan dapat bermanfaat dan sedikit meringankan beban yang terkena musibah,” ujarnya.

Sementara itu, Peratin Hujung Ismet Liza S.H, memberikan apresiasi sekaligus mengaku bangga atas kepedulian dan tingginya jiwa sosial anak- anak muda ada di pekon setempat. Sehingga ia berharap hal itu dapat menjadi motivasi bagi generasi muda lainnya. 

“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkunjung dan turut memberikan bantuan kepada warganya yang mengalami musibah ini, semoga ada hikmah dan berkah di balik peristiwa ini,” harapnya.

Seperti diketahui, musibah kebakaran menggegerkan warga Pemangku III, Pekon Hujung, Kecamatan Belalau pada Selasa (17/11) sekitar pukul 09.30 WIB. Peristiwa itu menghanguskan sebuah rumah semi permanen milik Pitona (50).

Kebakaran diduga disebabkan oleh hubungan arus pendek (korsleting) listrik. Angin yang kencang menyebabkan api dengan cepat membesar hingga melahap seluruh bangunan rumah. Peristiwa itu terjadi begitu cepat, saat kejadian warga melihat percikan api yang berasal dari KwH meter rumah tersebut dan seketika membesar hingga melahap seluruh bangunan. 

Saat kejadian, pemilik rumah yakni pitona sedang berada di kebun, sementara sang istri tengah menghadiri acara hajatan. Sayangnya, peristiwa itu mengakibatkan seluruh harta benda korban tidak terselamatkan. Sehingga, dari data yang dihimpun total kerugian yang dialami korban mencapai sekitar Rp 300 juta lebih karena selain menghanguskan seluruh bangunan rumah semi permanen berukuran 6×12 meter tersebut, terdapat dua unit sepeda motor, satu unit mesin giling kopi dan heler serta satu unit mesin genset/Generator hangus terbakar.(edi/mlo)



Pos terkait