Pejabat Lambar Ikut Pelatihan di Bogor

  • Whatsapp
Kepala BKPSDM Lambar Nukman MS

Medialampung.co.id –  Dalam rangka meningkatkan sumberdaya manusia (SDM). Enam pejabat di Kabupaten Lambar dikirim ke Bogor Provinsi Jawa Barat untuk mengikuti pelatihan dan sertifikasi manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN) jenjang administrator, Selasa-Rabu (1-2/10).

Pelatihan bagi pejabat administarator tersebut dilaksanakan di Pusat Pengembangan Aparatur Sipil Negara Badan Kepegawaian Negara (Pusbang ASN BKN) di Jl. Pandangsari Km 45 No. 32 Ciawi, Bogor, Jawa Barat.

Bacaan Lainnya



Sesuai dengan surat perintah tugas (SPT) No. 890/238/IV.04/2019, enam pejabat yang akan dikirim untuk mengikuti pelatihan dan manajemen ASN yaitu Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumebrdaya Manusia (BKPSDM) Drs. Nukman, M.M.,  Sekretaris Dinas Kominfo Budi Kurniawan, S.I.P, M.M., Kabag Organisasi Pirwan, S.E, M.M., Kabid Pengembangan SDM Juremiyuda, S.H., M.M., Kabid Pengembangan SDM Alam Sandaran Wujud, S.Kom, M.M., serta Sekretaris Kecamatan Suoh Galih Joko Purnomo, S.E.

“Sebelum mengikuti pelatihan ini, peserta terlebih dahulu harus meregistrasi diri pada e-Learning dengan mengunjungi http://pusbangasn.bkn.go.id-/elearning kemudian memasukkan username dan password (NIP peserta tanpa spasi),” ujar Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (BKPSDM) Drs. Nukman, M.M..

Untuk gelombang I, kata Nukman, pihaknya telah mengirimkan 13 orang dan untuk gelombang kedua ini mengirimkan enam pejabat sekelas sekretaris, kabag dan kabid. “Kita mengusulkan sebanyak 96 pejabat administrator dari 47 organisasi perangkat daerah (OPD) di Lingkungan Pemkab Lambar kepada Pusbang ASN BKN untuk mengikuti pelatihan tersebut, dan sampai saat ini baru 14 orang yang telah selesai mengikuti pelatihan,” ucapnya.

Lanjut dia, bagi peserta yang mengikuti pelatihan dan kompetensi  akan diberikan sertifikat Telah Mengikuti Pelatihan Manajemen ASN sesuai dengan kualifikasi/jenjang jabatannya, serta sertifikat kompeten bagi yang lulus uji kompetensi. “Selain untuk mendapatkan sertifikat keahlian, juga untuk membentuk ASN yang kompeten dalam bidang manajemen ASN,” ujar dia.

Pada saat pelaksanaan pelatihan, kata dia, peserta wajib membawa kartu BPJS/JKN KIS dan obat-obatan pribadi, laptop, notebook, ST/SP kesertaan sertifikasi, fotocopy ijazah terakhir, fotocopy SK jabatan terakhir, surat keterangan sehat dari dokter pemerintah, fotocopy sertifikat pelatihan kepemimpinan (jika ada), fotocopy portopolio yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang berdasarkan riwayat jabatan dan riwayat pekerjaan, serta formulir asli riwayat pekerjaan dan rencana tindaklanjut. (lus/mlo)



Pos terkait