Pekon Bandaragung Tuntut Dana CSR dari PT. NM

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Sebanyak delapan pemangku yang masuk dalam wilayah Pekon Bandaragung Kecamatan Bandarnegeri Suoh Kabupaten Lampung Barat, merasakan dampak dari aktifitas tambang emas PT. Natarang Mining (NM). Karena itu, aparat Pekon Bandaragung telah menyurati pihak PT. NM untuk memberikan perhatian kepada masyarakat di sekitar wilayah kerja pertambangan (WKP) melalui dana corporate social responsibility (CSR).

Pj. Peratin Bandaragung Mandala Harto mengatakan, sejauh ini masyarakat di wilayahnya khususnya di delapan pemangku merasakan dampak negatif dari aktifitas tambang, diantaranya soal kebisingan mesin-mesin dari alat yang digunakan oleh perusahaan, aktifitas kendaraan pengangkut material tambang yang tanpa henti, dan dampak kurang baik lainnya yang dirasakan masyarakat.

Bacaan Lainnya



”Karena itu kami telah menyurati pihak PT. NM pada bulan Agustus lalu, namun hingga saat ini belum ada jawaban dari mereka apakah usulan yang kami sampaikan bisa direalisasikan atau tidak, karena terlepas WKP-nya masuk dalam wilayah Tanggamus, namun masyarakat saya yang merasakan dampak terhadap aktifitas mereka,” ungkap Mandala.

Selain kebisingan akibat suara mesin maupun suara dentuman dari proses menyalakan peledak yang dikeluhkan masyarakatnya, juga suara yang dihasilkan saat proses peledakan di area tambang, yang hanya berjarak sekitar 200 meter dari permukiman warga tentunya itu dikeluhkan.

”Bukan hanya itu, aktifitas  tambang yang tanpa henti dan tanpa mengenal waktu, bahkan informasi yang saya terima saat waktunya shalat magrib aktifitas tambang tetap berlanjut, karena itu  kami juga mengharapkan pihak perusahaan bisa lebih menghargai kearifan lokal, sehingga bisa terjalin hubungan yang baik antara masyarakat dengan pihak perusahaan,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan Mandala, dana CSR yang diajukan ke pihak perusahaan itu kepentingannya untuk masalah kebutuhan dasar, seperti pendidikan, kesehatan dan lingkungan, dengan besaran dana yang diajukan sekitar Rp350 juta. Pihaknya sangat berharap, dana CSR yang diajukan bisa direalisasikan oleh pihak perusahaan yang  telah melakukan eksplorasi bertahun-tahun dan masyarakat sekitar hanya sebatas penonton.

”Sampai sekarang belum ada jawaban dari usulan yang kami sampaikan, dan di minggu ketiga bulan Desember ini kami akan kembali mengirimkan surat ke pihak PT.  NM, dan tentunya jangan hanya sebatas dibaca, namun bisa direalisasikan oleh pihak perusahaan,” pungkasnya. (nop/mlo)



Pos terkait