Pekon Kota Batu Tanam Pinang di Pinggir Sungai

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Masyarakat bersama aparat Pekon Kota Batu Kecamatan Bangkunat, Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar) melaksanakan kegiatan penanaman pohon pinang di sepanjang pinggiran Daerah Aliran Sungai (DAS) Way Ngaras, hal sebagai salah satu upaya pencegahan untuk mengantisipasi terjadinya abrasi sungai, Selasa (21/9).

Peratin Kota Batu, Harten, mengatakan di sepanjang wilayah pinggiran sungai Way Ngaras di Pekon Kota Batu itu sempat terancam habis baik mengancam lahan dan rumah warga, bahkan tempat ibadah, karena tergerus abrasi sungai, terutama saat terjadi banjir. Tapi, sudah ditangani oleh Pemkab Pesbar dengan melakukan pemasangan bronjong di sepanjang pinggir sungai terutama yang kondisinya cukup parah.

“Kita berterima kasih kepada pemkab atas telah dipasang bronjong itu, karena pemasangan bronjong membuktikan ada kepedulian pemerintah daerah,” katanya.

Sehingga, kata dia, sebagai upaya untuk mengantisipasi kembali terjadinya abrasi sungai, serta sebagai penahan gerusan aliran sungai. Maka, pihaknya bersama masyarakat melakukan penanaman pohon pinang di sepanjang pinggiran sungai terutama yang berbatasan langsung dengan pemukiman warga dengan jumlah yang ditanam sebanyak 100 batang bibit pohon pinang.

“Mudah-mudahan secara bertahap kita bisa kembali melakukan penanaman pohon di sepanjang DAS Way Ngaras ini, karena penanaman pohon itu akan banyak manfaatnya,” jelasnya.

Pihaknya juga berharap agar masyarakat dapat ikut menjaga dan merawat tanaman pohon pinang itu dengan baik. Selain itu jika ada warga yang memiliki lahan di sepanjang pinggir sungai itu agar ikut melakukan penanaman pohon ataupun jenis buah-buahan lainnya. Karena kedepan jika di sepanjang pinggiran sungai itu dipenuhi pohon, akan menjadi salah satu penahan abrasi sungai.

“Dengan begitu pinggiran sungai tidak mudah tergerus. Kedepan kita juga akan tetap memaksimalkan untuk melakukan penghijauan di sepanjang pinggiran sungai Way Ngaras ini,” pungkasnya.(yan/d1n/mlo)


Pos terkait