Pekon Padangtambak Musdessus Pembahasan Dua Agenda BLT-DD 

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Pekon Padangtambak, Kecamatan Waytenong, Kabupaten Lampung Barat (Lambar), menggelar Musyawarah Desa Khusus (Musdessus) pembahasan Dua agenda, yakni  evaluasi dan penutupan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD)  gelombang I  April, Mei, Juni dan finalisasi penerima BLT-DD Gelombang II,  Juli, Agustus, September di GSG Balai Pekon setempat Senin (27/7) .

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Camat Waytenong, Wahyudi Heru Iskandar S.Sos. M.Ip dan tim, Tenaga Ahli Pendamping Desa Kabupaten Lambar Anton Hilman, S.Is., tim pendamping desa Kecamatan  Waytenong, tokoh masyarakat setempat, bersama perangkat pekon dan Lembaga Himpun Pemekonan (LHP).

Bacaan Lainnya



Dalam sambutannya, Wahyudi Heru Iskandar menyampaikan bahwa sesuai dengan surat edaran Bupati Lambar Parosil Mabsus, Program BLT dari dana desa tersebut diperpanjang hingga september, tetapi nilainya Rp300 ribu/bulan dari sebelumnya Rp600 ribu.

Dan untuk jumlah keluarga penerima manfaat (KPM) disesuaikan dengan kondisi keuangan pekon. Artinya tidak lagi diatur kuota penerima seperti gelombang pertama.

Untuk itu Camat Wahyudi meminta semua pihak dapat menjelaskan kepada masyarakat agar tidak salah informasi.

Dan teknis pembagian, tetap.dilakukan secara tunai, dan diterima utuh Rp300 ribu oleh warga. Dan diingatkan untuk tidak memberikan apapun bentuknya kepada relawan gugus tugas selaku yang bertugas mengawal BLT-DD di pekon.

Peratin Padangtambak, Kurnaidi menegaskan, kepada tim pendata penerima BLT agar bekerja dengan baik,  adil dan menyampaikan sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.  Sehingga tidak ada kontroversi data penerima BLT di masyarakat.

Lanjutnya keuangan pekon dari DD masih cukup untuk menganggarkan BLT-DD gelombang II. Dan  BLT-DD gelombang I sudah tersalurkan seluruhnya. Dengan hasil akhir dari hasil musdessus disepakati 31 nama penerima BLT-DD gelombang II  di Tujuh  pemangku.

Sementara Koordinator pendamping desa Kecamatan Waytenong, Andy Herawan menyampaikan bahwa penurunan jumlah KPM.penerima BLT-DD Gelombang II  sangat signifikan dapat dimaklumi, melihat kondisi saat musim panen kopi dan padi sudah tiba.  Dan aktivitas  masyarakat sudah masuk era new normal.

Atau berbeda saat penyaluran BLT-DD Gelombang I yang lalu, sedang berada di masa paceklik, dan covid-19 sedang puncaknya. Untuk itu tepat sekali jika jumlah KPM.nya banyak. Sementara  kondisi saat ini, dari hasil pembahasan masyarakat yang layak.menerima BLT-DD sudah sedikit.

“Semoga BLT-DD hanya sampai September saja. Dan tahun 2021 dana desa kembali ke semula lagi, yaitu untuk pembangunan dan pemberdayaan masyarakat pekon,” harapannya.

Hingga minggu keempat Juli, sudah Tiga  pekon di Kecamatan Waytenong yang melaksanakan musdessus BLT-DD Gelombang II  yaitu Puralaksana, Sukaraja dan Padangtambak. (rin/mlo)



Pos terkait