Pekon Purajaya Salurkan BLT-DD Gelombang II Periode Juli-Agustus

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Pemerintah Pekon Purajaya, Kecamatan Kebuntebu, Kabupaten Lampung Barat (Lambar) menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) Gelombang II, untuk periode Juli dan Agustus, bertempat di aula balai pekon Sabtu (22/8).

Penyaluran BLT-DD Gelombang II sekaligus untuk Dua bulan tersebut menjadi penyaluran pertama di Kecamatan Kebuntebu. Dan kembali dihadiri langsung Camat Indrayani, M.Pd, petugas Babinsa dan Bhabinkamtibmas, serta seluruh unsur berkompeten pekon dengan relawan covid-19 Pekon Purajaya.

Bacaan Lainnya



Kegiatan yang dilaksanakan mulai Pukul 09.00 WIB berjalan lancar hingga selesai,mayoritas Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang masih mampu,  hadir untuk menerima hak masing-masing uang tunai sebesar Rp600 ribu untuk Dua bulan tersebut. Dan untuk penerima yang sakit di antarkan oleh petugas ke rumah masing-masing.  

Camat Indrayani menegaskan, meski sekarang sudah memasuki era new normal, namun perhatian pemerintah tetap dilaksanakan, hal itu tentunya sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab negara.

“Kepada Pemkab Lambar kita sampaikan terimakasih yang memberikan perhatian penuh kepada masyarakat atas bencana pandemi covid-19. Kita berdoa kondisi ini akan segera berakhir,” tegasnya. 

Sementara disampaikan Peratin Samsu Kendar, S.Hut., bahwa besaran bantuan yang disalurkan di gelombang Dua tersebut bukan keputusan pekon atau Pemkab Lambar tetapi peraturan dari undang-undang.

Relawan Covid-19 Pekon Purajaya mengantarkan BLT-DD untuk warga yang sakit

Untuk jumlah KPM disesuaikan dengan kondisi keuangan pekon. Artinya tidak lagi diatur kuota penerima seperti gelombang pertama.

Dan  sesuai dengan surat edaran Bupati Lambar Parosil Mabsus, Program BLT dari dana desa diperpanjang hingga September, tetapi nilainya Rp300ribu per bulan dari sebelumnya Rp600 ribu.

Karena itu Kendar  minta semua penerima dapat menjelaskan kepada keluarga masing-masing  agar tidak salah informasi. Dan teknis pembagian, tetap dilakukan secara tunai, dan diterima utuh. 

“Alhamdulillah dengan berlangsungnya panen kopi, banyak warga yang sebelumnya terdata sebagai penerima, kini sudah tidak lagi, awalnya pada gelombang pertama penerima sebanyak 106 KPM dan sekarang 39 KPM,” tandasnya. (rin/mlo)



Pos terkait