Pekon Sukajaya dan Batuapi Salurkan BLT-DD Gelombang II 

  • Whatsapp
Bud ini foto atas peratin Sukajaya Wawan Hermawan salurkan BLT DD Gel II Periode Juli

Medialampung.co.id – Warga Pekon Sukajaya, Kecamatan Pagardewa, Kabupaten Lampung Barat (Lambar) terdampak Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), kembali menerima Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD)  Gelombang II, tahap pertama Juli.

Penyaluran BLT-DD kali ini sama dengan pembagian sebelumnya di aula balai pekon, yang dihadiri utusan kecamatan, pendamping lokal desa, dan relawan covid-19 pekon setempat.

Bacaan Lainnya



Dikatakan Peratin Wawan Hermawan, jumlah KPM penerima BLT-DD Gelombang II sebanyak 65 keluarga, atau mengalami penurunan 15 KPM dari gelombang I.

“Pengurangan ini karena ada yang mendapatkan bantuan ganda, serta untuk aparat kelembagaan seperti RT, artinya tidak ada pengurangan dari warga yang sebelumnya dinyatakan layak sebagai penerima BLT-DD,” tegasnya.

Ditegaskan Wawan  besaran bantuan yang disalurkan di gelombang Dua tersebut bukan keputusan pekon atau Pemkab Lambar tetapi peraturan dari undang-undang. 

Dan sesuai dengan surat edaran Bupati Lambar Parosil Mabsus,  Program BLT  dari Dana Desa diperpanjang hingga september, tetapi nilainya Rp 300 ribu per bulan dari sebelumnya Rp 600 ribu.

Untuk itu Wawan minta semua pihak dapat menjelaskan kepada keluarga masing-masing  agar tidak salah informasi. Dan teknis pembagian, tetap dilakukan secara tunai, dan diterima utuh Rp 300 ribu oleh warga. 

Pekon Batuapi salurkan BLT-DD gelombang II

Sementara pembagian serupa juga dilangsungkan di Pekon Batuapi, dimana dalam penyaluran itu, Pj. Peratin Taim menyebutkan bantuan tersebut sebagai bentuk kepedulian pemerintah untuk masyarakat. Sehingga diharapkannya dana yang dibagi dimanfaatkan sebagaimana mestinya.

Pihaknya juga mengimbau meskipun saat ini suasana new normal, akan tetapi bukan berarti hilangnya Covid-19 melainkan justru yang terpapar  terus bertambah. Karena itu masyarakat diimbau tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes). Karena dengan upaya tersebut menjadi cara dalam mencegah penularan virus yang hingga kini belum ada vaksinnya tersebut. (rin/mlo)



Pos terkait