Pekon Waypetai Gelar RSP Perencanaan 2022

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Pekon Waypetai, Kecamatan Sumberjaya, Kabupaten Lampung Barat (Lambar) menggelar Rembug Stunting Pekon (RSP) Perencanaan 2022 di aula Balai Benih Induk (BBI) Sumberjaya, Kamis (15/10).

Acara tersebut dipimpin Camat Sumberjaya Drs. Dahlin, M.Pd., bersama Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Sumberjaya Subianto, S.K.M., Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kecamatan, Peratin Waypetai Sutan Sahril dengan peserta semua kader dan organisasi masyarakat pekon. 

Bacaan Lainnya

Pada kegiatan itu, disampaikan kepada seluruh peserta tentang poin apa saja yang dapat dilaksanakan dalam pencegahan dan penanganan stunting dan dituangkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Pekon (APBP),seperti melalui Anggaran Dana Desa (ADD). 

Camat Dahlin dalam sambutannya menegaskan, stunting merupakan program prioritas pemerintah dari tingkat pusat sampai dengan tingkat pekon dengan tujuan untuk mempersiapkan generasi yang tangguh dan sehat. 

Secara spesifik pihaknya mengutarakan definisi stunting adalah gagal tumbuh karena kekurangan gizi kronis disebabkan asupan makanan atau pola makan tidak memadai dan karena faktor penyakit sehingga berdampak terhadap pertumbuhan yang lambat. 

“Terkait masalah stunting ini juga syarat dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Pekon 2022, artinya warga dapat mengajukan terkait upaya yang dilakukan dalam pencegahan maupun penanganan stunting, seperti program vitamin atau pemanfaatan posyandu lebih maksimal,” imbuhnya. 

Sementara itu disampaikan Peratin Sutan Sahril dalam penanganan stunting semua lini bekerjasama untuk menurunkan angka stunting baik pencegahan maupun penanganan. Dengan masyarakat memahami apa itu stunting dan bagaimana cara pencegahannya. 

Lanjut Sutan Sahril, dalam mendukung kesehatan masyarakat, pihak pekon telah berupaya maksimal seperti dalam pengadaan infrastruktur di bidang kesehatan telah mencapai 85 persen. Artinya tinggal bagaimana meningkatkan wawasan Sumber Daya Manusia (SDM) masyarakat melalui aksi-aksi nyata,

Senada dikemukakan Kepala Puskesmas Subianto, S.Km., kepada kader untuk menciptakan inovasi dalam penanganan stunting, bersama dengan sosialisasi terhadap kesadaran masyarakat terhadap stunting, pelatihan kader, dan terus berupaya melengkapi sarana prasarana kesehatan.

Diketahui berdasarkan data dari Bidan Desa setempat, di Pekon Waypetai sendiri angka indikasi stunting masih cukup tinggi mencapai 24 kasus. Dimana faktor penyebab paling utama, karena masih kurang pengetahuan dan pola asuh orang tua terhadap anak. (r1n/mlo)


Pos terkait