Pelajar Jadi Korban Curas saat Nongkrong di Warung

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Sedang nongkrong di warung, Mirda (14), warga Dusun Adimulyo, Kampung Adijaya, Kecamatan Terbanggibesar, Lampung Tengah, menjadi korban curas. Pelajar ini menjadi korban curas saat nongkrong di warung Pak Sukir di Dusun Adiluhur, Kampung Adijaya, Rabu (29/7) sekitar pukul 21.30 WIB.

Kapolsek Terbanggibesar Kompol Sutana Yusuf mewakili Kapolres Lamteng AKBP Popon Ardianto Sunggoro menyatakan, pihaknya menerima laporan curas dari korban Mirda, seorang pelajar.

Bacaan Lainnya



“Kita terima laporan curas dari pelajar. HP pelajar ini dirampas ketika nongkrong di warung. Ini berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/421-B /VII/2020/RES LT/SEK TEBAS, Tanggal 30 Juli 2020,” katanya.

Kronologis kejadian, kata Sutana Yusuf, ketika itu korban Mirda dan rekannya Derana (14), warga Dusun Adimulyo, Kampung Adijaya, yang juga seorang pelajar sedang di warung Pak Sukir di Dusun Adiluhur, Kampung Adijaya, Rabu (29/7) sekitar pukul 21.30 WIB. 

“Korban dan temannya di warung sedang bermain HP. Tiba-tiba ada lelaki tak dikenal mengendarai motor Yamaha Mio GT putih turun dan mendekati korban. Laki-laki itu mengambil paksa HP korban dan langsung kabur ke arah Bandarjaya,” ujarnya.

Setelah menerima laporan, kata Sutana Yusuf, pihaknya melakukan penyelidikan.

“Identitas pelaku berhasil kami dapatkan dan pada Selasa (18/8) sekitar pukul 10.30 WIB, anggota Opsnal yang dipimpin Kanit Reskrim Iptu Anwar Halusi mendapat informasi keberadaan pelaku ada di RM Dzaki Bandarjaya. Ketika pelaku sedang ada di atas motor, kita langsung melakukan penangkapan,” ungkapnya.

Pelaku yang ditangkap, kata Sutana Yusuf, yakni Ahmad Reza Pahlevi (37), warga Kelurahan Yukumjaya, Kecamatan Terbanggibesar.

“Tersangka ditangkap bersama barang bukti motor Yamaha Mio GT putih BE 4198 IG yang digunakan saat melakukan aksi curas. Tersangka mengaku sebelumnya juga pernah melakukan aksi curas merampas HP. Pengakuannya baru satu kali. Tersangka dijerat dengan Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara,” tegasnya. (sya/mlo)



Pos terkait