Pelajari Cara Budidaya Pisang, Aparatur Desa Bumimandiri Studi Banding ke Pekon Gedungsurian

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Pekon Gedungsurian, Kecamatan Gedungsurian, Kabupaten Lampung Barat (Lambar) menjadi lokasi kunjungan kerja (Kunker) aparatur Desa Bumimandiri, Kecamatan Abung, Kabupaten Lampung Utara agenda studi banding tentang budidaya pisang Cavendish (MB Nurseri I) yang dikembangkan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Permata Mandiri dibawah naungan Peratin Boimin, Kamis (7/1).

Rombongan aparatur Desa Bumimandiri, yang didampingi Pendamping Desa, dan pihak Kecamatan Abung, untuk melihat dan mempelajari tentang usaha pembibitan pisang setempat yang bukan saja mampu memproduksi buah pisang super melainkan menjadi pekon pengadaan bibit pisang cavendish. 

Bacaan Lainnya


Diketahui meskipun usaha pembibitan pisang cavendish yang digerakkan Peratin Boimin usianya belum mencapai Dua tahun. 

Berkat keberhasilan pengembangan pembibitan pisang Cavendish yang juga diberi nams MB Nurseri I tersebut saat ini mendapat pesanan hingga berbagai daerah lintas provinsi. Diantaranya pengiriman ke Pulau Kalimantan, Pulau Jawa , Pulau Bali dan lingkup Pulau Sumatera. 

Oleh karena itu usaha Bumdes Pekon Gedungsurian tersebut menjadi lirikan desa lain di luar kabupaten untuk mencoba mengembangkan usaha pisang MB Nurseri I ini.

Kepala Desa Bumimandiri, Ipandri, menyebutkan terjalinnya kunjungan kerja ke Pekon Gedungsurian, upaya terobosan pengembangan usaha warga Desa Bumimandiri yang juga mayoritas bermata pencaharian sebagai petani.

“Selama ini usaha yang kami tekuni di Desa Bumimandiri khususnya, tanam singkong, dan jagung yang harganya jualnya seringkali mengalami penurunan atau tak sebanding dengan upaya yang dilakukan. Karena itu kami akan mencoba berinovasi dengan tanaman pisang yang dari pengamatan kami lebih menjanjikan,” katanya. 

Dijelaskannya inisiatif pertama munculnya ide penanaman pisang, diawal November 2020, ketika aparatur Desa Bumimandiri mengadakan kegiatan rutin yakni rapat koordinasi (rakor) bulanan atau briefing. 

Dan kebetulan ada warga baru pulang dari TKI di Negara Malaysia, dia menceritakan jika pekerjaannya selama di negeri Jiran tersebut, sebagai karyawan perkebunan Pisang Cavendish.

“Dari cerita itu kami tertarik, dan mencari di google tentang perkebunan pisang cavendish dan ditemukan dua tempat yakni kediri dan Pekon Gedungsurian,” katanya.

Ipandri merasa terkesan setelah tiba di Pekon Gedungsurian, yang disapa ramah oleh masyarakat dan aparat, serta apa yang menjadi tujuan terkabulkan, seperti penjelasan tentang tata cara budidaya, kemudian diantarkan ke lokasi kebun pisang warga, serta cara pembuatan dan penyemaian bibit pisang.

“Penting bagi kami melakukan kunjungan kerja ke Pekon Gedungsurian. Selain inovatif bisa membawa animo masyarakat untuk bisa mandiri di tengah suasana pandemi covid 19,” ujarnya.

Sementara, Boimin menyampaikan terima kasih atas kunjungan 20 orang aparat Desa Bumimandiri, bersama pihak Kecamatan Abung, yang telah berkunjung ke Pekon Gedungsurian.

“Ini menjadi kebanggan dan motifasi bagi kami untuk terus mengebangkan usaha pisang ini,” ungkapnya. 

Seperti diketahui selain kaya dengan destinasi wisata alam, Kabupaten Lampung Barat juga dikenal berkat kesuburan tanahnya, sehingga bukan hal yang berlebihan jika Bumi Sekala Bekhak tersebut menjadi surga bagi petani dalam mengembangkan usaha.

Sejalan dengan terus meningkatnya Sumber Daya Manusia (SDM), anugerah yang dimiliki Bumi Lampung Barat itu kini mulai dimanfaatkan masyarakat dengan berbagai inovasi yang muaranya peningkatan kesejahteraan rakyat. (r1n/mlo)




Pos terkait