Pelaksana Normalisasi Sungai Jual Material Kerukan?

  • Whatsapp
Ilustrasi

Medialampung.co.id – Ketua Komisi II DPRD Lampung barat Sarwani, S.E., mempertanyakan aktifitas proyek  normalisasi sungai Waysemangka di Pekon Suoh Kecamatan Bandarnegeri Suoh, Kabupaten Lampung Barat (Lambar) yang diduga memanfaatkan hasil kerukan berupa material pasir batu (sirtu) untuk dijual atau digunakan untuk kebutuhan proyek lainnya di wilayah setempat.

Selain itu, proyek normalisasi sungai tersebut tidak jelas, dimana tidak ada pemasangan plang di lokasi, sehingga tidak diketahui persis berapa anggaran dan siapa pemenang tander proyek penanganan masalah banjir tersebut, yang dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Lambar tahun anggaran 2019 tersebut.

Bacaan Lainnya


Menurut Sarwani, pihaknya menerima informasi dari masyarakat, bahwa aktifitas pengerukan sedimen dalam sungai dilakukan oleh alat berat, lalu terdapat kendaraan dump truck yang hilir mudik untuk mengangkut material hasil kerukan.

”Ini dipertanyakan, kenapa dan akan dibawa kemana hasil kerukan itu? apa boleh dipergunakan untuk keperluan proyek lainnya? atau bisa jadi itu dijual oleh pelaksana proyek tersebut, karena itu kami minta pihak terkait untuk menindaklanjuti itu,” ungkap Sarwani.

Seyogyanya, kata dia, material hasil kerukan tersebut dipergunakan untuk membuat tanggul di sepanjang aliran sungai sehingga ancaman banjir yang kerap terjadi di wilayah itu bisa berkurang. Dan pengalaman dari proyek-proyek serupa sebelumnya, dengan pembuatan tanggul yang tinggi maka banjir bisa diminimalisasi khususnya pada saat musim penghujan.

”Ini yang terjadi malah material diangkut ke tempat lain bukan dipergunakan untuk membuat tanggul yang tinggi, sehingga nantinya sedimen pada dasar sungai kembali menumpuk dan masalah banjir bisa kembali terjadi bukan teratasi,” ujarnya.

Sementara itu, Kasi Pemeliharaan dan Bina Manfaat DPUPR Lambar Suprapto, S.H., mengatakan, pihaknya akan melakukan kroscek ke lapangan terkait dengan informasi tersebut. ”Kami belum  tahu soal itu, tapi akan kami lakukan kroscek ke lapangan untuk memastikannya,” kata Suprapto singkat. (nop/mlo)




Pos terkait